Kunjungan Pertama, Pesan dari Tanah Papua untuk Panglima TNI

Kunjungan Pertama, Pesan dari Tanah Papua untuk Panglima TNI
Panglim TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa.

PAPUA, METROSIDIK.CO.IDPanglima TNI Jenderal Andika Perkasa, melakukan kunjungan pertama ke Papua, Rabu (1/12/2021). Selain meninjau vaksinasi, Jenderal Andika menyampaikan konsep dan peran baru tugas TNI. Yakni dengan konsep penegakan hukum, teritorial dan komunikasi sosial.

Tokoh Papua John Norotouw, mengatakan, kunjungan Panglima TNI ke Papua itu sesuatu hal wajar dan harus dilakukan. Sebagai Panglima, kata dia, Andika orang yang bertanggungjawab atas keamanan, ketertiban, seluruh wilayah NKRI, termasuk Papua.

“Jadi kunjungan Panglima TNI ke Papua dilihat dari itu, dan itu harus terjadi, tidak boleh orang tolak. Orang Papua tidak boleh tolak kunjungan seperti itu. Karena itu kunjungan atas nama negara demi kepentingan negara dan keselamatan negara,” ujar John Norotouw saat dihubungi merdeka.com, Jumat (3/12/2021).

Baca juga  Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Janjikan TNI Profesional

Dia menilai, kunjungan pertama kali Panglima TNI Andika untuk mengikat batin hati sebagai seorang militer dengan orang Papua. Menurut dia, selama ini militer punya konotasi kurang baik di Papua. Dia berharap, dengan kehadiran Jenderal Andika, orang Papua mendapat janji perlindungan.

“Bahwa kami akan baik-baik saja bersama dia (Jenderal Andika Perkasa) sebagai Panglima TNI,” sebutnya.

John juga meminta stigma TNI yang melekat dengan perang perlu diubah. TNI di Papua, lanjut dia, harus mengesankan sebagai prajurit yang turut membangun pembangunan Papua.
Sehingga, menurut dia, masyarakat Papua percaya kepada TNI. Dia juga meminta, TNI tak selalu menggunakan baju loreng dan membawa senjata di Papua.

“Dan gaya-gaya seperti itu justru ada semacam jarak antara masyarakat dan tentara. Karena masa lalu yang ada di otak orang Papua itu bahwa tentara adalah pembunuh dan akan timbul terus seperti itu konotasinya yang tidak bisa dihapus,” cerita dia.

Baca juga  Uang pecahan Rp75 ribu alat bayar yang sah, jangan ditolak

Sehingga, untuk memperbaiki citra TNI di Papua, menurut dia, para prajurit harus lebih melakukan pekerjaan yang bersifat pekerjaan sipil. Misalnya dengan membangun kampung dan membahigakan hati masyarakat. “Hal ini yang tidak terjadi,” sebut John lagi.

Sebelumnya, Andika menyampaikan tidak memakai pendekatan perang dalam menangani isu Papua. Dia akan menggunakan pendekatan yang lunak, pendekatan sosial, pendekatan humanis, memanfaatkan operasi pembinaan teritorial, mengedepankan komunikasi andalan, bukan satuan tempur, tapi satuan-satuan teritorial, mulai dari Babinsa, Tamtama dan, Kodim.

Sementara itu, Intelektual muda Papua, Habelino Sawaki, mengatakan, sebenarnya pendekatan teritorial Jenderal Andika, tidak bisa dilihat hitam putih.

“Saya mengapresiasi keputusan, keberanian, yang dilakukan oleh Panglima, saya berpikir Panglima bisa belajar dari bagaimana intensitas konflik Papua ini tinggi dalam 7 tahun terakhir ini,” kata Habelino.

Baca juga  Akhir Tahun 2021 Tiga Catatan Mahfud MD Untuk Papua

Dia mendukung langkah Panglima TNI Jenderal Andika sedikit mengubah pendekatan operasi di Papua. Hal itu sebuah langkah maju walaupun tidak ada jaminan berhasil. “Tetapi paling tidak perubahan metode pendekatan itu membuat kita optimis,” jelas dia.

Dia menaruh harapan relasi militer dengan sipil, relasi militer dengan orang Papua terutama di hutan-hutan bisa lebih baik. Militer bisa rangkul dan berharap kekerasan bisa ditekan.

“Tetapikan kita belum lihat bagaimana nanti hasil dari perubahan pendekatan ini. Tapi paling tidak ada sebuah optimisme,” tegas pria lulusan Universitas Pertahanan ini.

Baca juga  JA: Kasus Asabri Kerugian Negara capai Rp22.78 Triliun

Dia menitip pesan kepada Jenderal Andika untuk selalu mengontrol dan mengawasi kebijakan yang sudah dibuat di Papua. Misalnya, keputusan mengubah pendekatan maka haris dipastikan berjalan dari mulai Kodam, Korem, Kodim.

“Beliau ngomong di atas, tapi kalau proses ini tidak jalan di bawah juga itukan barang bisa justru jadi blunder,” katanya.

 

jasa website rumah theme

Pos terkait