BP Batam Genjot Ekosistem Digital dan Energi Hijau, Investasi Melonjak 15 Persen di Atas Target

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Foto:Ist)

Batam, Metrosidik.co.id – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatatkan kinerja investasi yang melampaui target sepanjang 2025. Lonjakan investasi, terutama dari sektor digital dan energi, menjadi penanda kuat transformasi Batam menuju pusat ekonomi digital dan energi berkelanjutan di kawasan regional.

Berdasarkan data Badan Pengusahaan (BP) Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,30 triliun atau melampaui target Rp60 triliun. Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekosistem industri dan bisnis yang tengah dibangun di Batam.

“Capaian ini bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi nyata dari kepercayaan investor terhadap ekosistem yang terus kami bangun di Batam. Ini menunjukkan Batam semakin siap menjadi simpul penting ekonomi digital dan energi berkelanjutan di kawasan,” ujar Amsakar, Kamis (11/6/2026).

Dari total investasi tersebut, sektor jasa menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp9,99 triliun, yang sebagian besar ditopang aktivitas digitalisasi. Posisi berikutnya ditempati sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan listrik dengan nilai Rp6,08 triliun, disusul sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp5,80 triliun.

Tingginya investasi pada sektor-sektor tersebut memperlihatkan besarnya minat investor terhadap pembangunan infrastruktur digital dan energi, termasuk pengembangan energi terbarukan.

Secara khusus, investasi di sektor digital tercatat mencapai Rp8,557 triliun pada 2025. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh berkembangnya Nongsa Digital Park (NDP) yang kini menjadi episentrum aktivitas teknologi, pusat data, serta pengembangan ekonomi digital di Batam.

Menurut Amsakar, keberadaan data centre dan infrastruktur digital di Batam bukan sekadar fenomena sesaat, tetapi bagian dari arah pembangunan jangka panjang.

Baca juga  Pemko Batam Serahkan Perjanjian Kerja kepada 139 Tenaga Kesehatan PPPK

“Nongsa Digital Park menjadi indikator awal yang sangat positif. Di sana kita melihat minat investasi yang kuat, kolaborasi lintas negara, serta pertumbuhan aktivitas data center, pengembangan teknologi, dan ekonomi digital yang terus meningkat,” katanya.

Tak hanya investasi, dampak ekonomi juga terlihat dari sisi ketenagakerjaan. Sepanjang triwulan IV 2025, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 836 orang, dengan efek berganda yang lebih luas melalui rantai pasok dan sektor pendukung lainnya.

Selain Singapura sebagai investor dominan, sejumlah negara lain seperti Hong Kong, Amerika Serikat, dan Malaysia juga aktif menanamkan modal di sektor digital Batam.

Amsakar menilai daya saing Batam tidak hanya terletak pada efisiensi biaya, tetapi juga kombinasi faktor strategis yang sulit ditandingi kawasan lain.

“Yang lebih kuat adalah kombinasi faktor strategis: kedekatan geografis dengan Singapura, konektivitas yang cepat, serta peluang membangun model operasi lintas batas untuk mendukung kebutuhan regional,” ujarnya.

Di tengah pesatnya pertumbuhan data centre yang membutuhkan suplai energi besar dan stabil, BP Batam kini turut mendorong pengembangan energi hijau, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai bagian dari strategi investasi berkelanjutan.

Amsakar menegaskan, pertumbuhan ekonomi digital tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, integrasi energi terbarukan menjadi bagian dari roadmap pembangunan Batam agar sesuai dengan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi syarat utama investasi global.

“Transformasi digital kita nyata. Tetapi kami ingin memastikan pertumbuhan ini tetap berkelanjutan. Batam harus menjadi lokasi investasi yang kompetitif, terukur, dan ramah investor, khususnya untuk sektor digital berbasis green energy,” tegasnya.

Di sisi lain, munculnya Johor-Singapore Special Economic Zone yang juga membidik pasar data centre dan ekonomi digital dinilai bukan ancaman bagi Batam.

Baca juga  BP Batam Cek Layanan di RSBP Batam dan Kondisi Agribisnis Sei Temiang

Amsakar justru melihat adanya peluang kolaborasi kawasan.

“Kami tidak melihat ini semata-mata sebagai kompetisi, melainkan peluang membangun komplementaritas. Singapura kuat sebagai pusat headquarters dan layanan global, Johor menawarkan perluasan kapasitas, sedangkan Batam memiliki keunggulan FTZ/SEZ, ekosistem industri, maritim-logistik, serta kedekatan operasional dengan Singapura,” jelasnya.

Dalam visi BP Batam, ketiga kawasan tersebut dapat membentuk regional digital and industrial corridor yang saling terintegrasi, dengan distribusi pusat data dan aktivitas digital yang lebih efisien sesuai kebutuhan operasional bisnis.

Untuk menopang pertumbuhan industri digital, BP Batam juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia. Melalui NDP, sejumlah program pengembangan talenta seperti Apple Developer Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, RMIT University, dan Epic Games telah berjalan untuk mencetak tenaga kerja digital lokal yang kompetitif.

Selain itu, BP Batam juga meluncurkan platform MANTAB pada 8 Desember 2025, sebuah sistem job matching berbasis digital yang dirancang untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja secara langsung dan terintegrasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam memastikan bahwa pertumbuhan investasi yang tinggi dapat diimbangi dengan kesiapan SDM lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Batam.

jasa website rumah theme

Pos terkait