Batam, Metrosidik.co.id – Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, SE, MM, menghadiri Seminar Nasional yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di Hotel Nagoya Hill, Batam, Senin (22/6/2026).
Seminar bertajuk “Menyongsong Reformasi Undang-Undang Pemilu 2029 dengan Menjaring Aspirasi Daerah untuk Penguatan Sistem Demokrasi dan Representasi Politik” itu menghadirkan sejumlah pakar, akademisi, serta praktisi politik guna membahas berbagai isu strategis terkait sistem pemilu dan masa depan demokrasi di Indonesia.
Kehadiran Budi Mardiyanto dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap upaya akademisi dalam membangun ruang diskusi yang konstruktif mengenai reformasi sistem kepemiluan.
Dalam kesempatan itu, Budi menyampaikan apresiasi kepada FISIPOL UNRIKA atas inisiatifnya menghadirkan forum ilmiah yang dinilai penting dalam menyerap aspirasi dan pandangan dari berbagai daerah menjelang Pemilu 2029.
Menurutnya, seminar nasional seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan civitas akademika, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menghimpun gagasan dan masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan regulasi pemilu di tingkat nasional.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu mempertemukan perspektif akademisi, praktisi, dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama membahas masa depan demokrasi Indonesia,” ujar Budi.
Ia menegaskan, revisi Undang-Undang Pemilu harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan dinamika politik di daerah agar sistem demokrasi semakin kuat dan representatif.
“Seminar ini bukan sekadar menambah wawasan peserta, tetapi juga menjadi ruang lahirnya pemikiran dan konsep-konsep yang bisa menjadi masukan penting dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Aspirasi daerah harus menjadi bagian utama dalam proses tersebut,” tegasnya.
Budi juga menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan demokrasi merupakan langkah positif yang harus terus diperkuat. Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis dalam melahirkan gagasan kritis dan objektif demi menciptakan sistem pemilu yang lebih inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Perguruan tinggi punya peran besar dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui kajian akademik, kita bisa membangun sistem pemilu yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya.
Seminar nasional tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi yang membahas penguatan sistem demokrasi, representasi politik, serta arah reformasi regulasi pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2029.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi kontribusi daerah dalam penyusunan kebijakan nasional, khususnya dalam mewujudkan sistem pemilu yang lebih demokratis, efektif, dan berintegritas.










