Hasto: Akar Radikalisme Berangkat dari Kemiskinan dan Penghinaan Panjang

Hasto: Akar Radikalisme Berangkat dari Kemiskinan dan Penghinaan Panjang
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Ist.)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan persoalan intoleransi tidak terlepas dari potret yang ada di tengah masyarakat. Sehingga mereka mudah terpengaruh paham ideologi radikalisme.

Untuk itu, dirinya mendesak agar paham radikalisme dibasmi sedini mungkin. Namun dengan tetap mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara yang inklusif berdasarkan Pancasila.

“Akar radikalisme dan terorisme harus dicegah dari dini, dengan menolak berbagai bentuk intoleransi,” kata Hasto, dikutip Minggu (28/11/2021).

Baca juga  Desa di Anambas Terus Berkembang Maju dan Mandiri

Hasto hadir sebagai pembicara dalam webinar bertajuk ‘Tantangan, Radikalisme & Konsolidasi Demokrasi’ yang digelar Partai Perindo.

Menurut Hasto, banyak faktor yang menjadi penyebab munculnya paham radikalisme di tengah masyarakat. Mulai dari faktor kemiskinan, ketidakadilan, kepemimpinan dan peranan kelompok-kelompok radikal internasional terhadap gerakan intoleransi yang ada di Indonesia.

“Akar persoalan radikalisme berangkat dari kemiskinan dan penghinaan yang begitu panjang. Kemiskinan menjadi lahan yang mudah dari proses indroktrinisasi yang membutakan alam pikir,” jelasnya.

Baca juga  Hakim PN Jakarta Pusat Vonis Kurungan Edy Mulyadi 7,5 Bulan

Diakuinya, dengan melihat realitas kehidupan sosial di masyarakat saat ini, banyak cara dilakukan untuk melakukan indoktrinasi memuja gerakan intoleransi. Sehingga menjadi lahan tumbuh suburnya paham radikalisme dan terorisme.

Mulai dari menyusup kelas ekonomi masyarakat bawah hingga menyasar lembaga pendidikan tinggi.

“Dari berbagai kajian yang dilakukan terdapat suatu proses infiltrasi dalam mempengaruhi pola pikir mahasiswa-mahasiswi untuk melibatkan diri dalam bentuk-bentuk tindakan radikalisme,” ungkapnya.

Untuk itu, ditegaskan Hasto, negara tidak boleh kalah dengan gempuran paham radikalisme dan terorisme karena negara bertujuan melindungi segenap bangsa serta tumpah darah Indonesia.

Baca juga  Megawati Resmikan 25 Kantor Baru Cabang PDIP

Artinya, tidak boleh ada pembenaran atas nama keadilan, kemiskinan ataupun pemahaman apapun yang membutakan terhadap kemanusiaan dengan melakukan intoleransi dan gerakan radikalisme tersebut.

“Dengan membangun demokrasi Pancasila, alat-alat negara harus secara jeli melihat persoalan-persoalan yang sudah meresahkan dan melakukan pencegahan,” ungkap Hasto.

 

jasa website rumah theme

Pos terkait