PBB Ungkap Jokowi Tolak Amandemen UUD 1945 dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

PBB Ungkap Jokowi Tolak Amandemen UUD 1945 dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Presiden Joko Widodo

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noer mengungkap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak amandemen UUD 1945, baik seluruh maupun terbatas. Termasuk perpanjangan masa jabatan presiden.

Hal itu disampaikan ketika Presiden Jokowi mengundang partai koalisi pemerintah non parlemen ke Istana. Jokowi menggelar pertemuan dengan PBB, Perindo, Hanura, PSI, dan PKPI, Rabu (1/9).

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra yang berhalangan hadir menyampaikan pesan kepada Jokowi melalui Afriansyah terkait amandemen terbatas. Sebagai pakar hukum, Yusril siap membantu jika presiden memilih amandemen.

Baca juga  Warga Suku Asmat Curha, Jokowi Perintahkan Menteri PU Bangun Rumah untuk 44 KK

“Saya hanya tambahkan pesan dari pak Yusril kalau pemerintah mau lakukan amandemen terbatas, ketum kami siap untuk dimintai pendapat dan masukannya sebagai orang yang mengerti tata megara dan hukum,” ujar Afriansyah kepada wartawan, Rabu (1/9).

Yusril memperlihatkan sikap dukungan untuk amandemen. Namun, ternyata Jokowi menolaknya. Kata Afriansyah, Jokowi tidak setuju tetapi menyerahkan hal tersebut kepada MPR RI.

Baca juga  Hari ini Satgas BLBI Panggil Empat Obligor, Separuhnya Mangkir

“Tapi jawaban presiden beliau tidak setuju dengan amandemen maupun terbatas atau bagaimana. Presiden tidak setuju tapi beliau serahkan ke MPR atau ke senayan sana,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, hanya PBB yang menyampaikan pandangan khusus terkait amandemen. Pertemuan itu juga tidak membahas mengenai bergabungnya PAN ke partai koalisi pemerintah.

Baca juga  Di Soetta Pemudik dari Sumatera Dapat Perhatian Khusus, Swab Antigen Acak

Inti pertemuan tersebut ada tiga hal, yaitu mengenai penanganan Covid-19, perekonomian dan pemindahan ibu kota.

“Intinya dalam pertemuan itu ada tiga hasil pemaparan yang disampaikan presiden. Soal penanganan Covid, perekonomian dan soal pemindahan ibu kota,” jelas Afriansyah.

 

 

jasa website rumah theme

Pos terkait