METROSIDIK.CO.ID, JAKARTA — Para pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan ormas Islam melakukan musyawarah secara daring dan luring bersama Wakil Presiden KH, Prof KH Ma’ruf Amin tentang pelaksanaan ibadah Idul Adha 1442 H pada Ahad (18/7/2021) malam.
Hasil dari dialog tersebut kemudian disampaikan melalui konferensi pers yang dihadiri sejumlah tokoh perwakilan ormas Islam, seperti KH Cholil Nafis, Habib Zein Umar bin Smith, dan Hamdan Zoelva. Hadir juga Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.
Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia, Hamdan Zoelva menympaikan bahwa musyarah yang difasiltiasi wapres tersebut menghasilkan tujuh penegasan sikap bersama, khususnya tentang gerakan bersama penangugulangan covid-19.
Pertama, menurut dia, para pimpinan MUI dan pimpinan ormas Islam bertekad dan berkomitmen bersama pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya, serta melakukan ikhtiar terbaik (al-akhdzu bi al-asbab), dan mengharap pertolongan Allah ‘azza wajalla.
Kedua, penanggulangan Covid-19 adalah merupakan upaya untuk menjaga keselamatan jiwa (hifdzu an-nafsi) setiap masyarakat yang harus diutamakan dan didahulukan.
”Setiap daya dan upaya yang ada harus difokuskan untuk mewujudkan hal itu, termasuk pemberlakuan situasi dan kondisi darurat melalui PPKM, sampai dengan pandemi covid-19 dapat tertanggulangi dan terkendali,” ujar Hamdan saat membacakan hasil dialog tersebut dalam konferensi pers bersama Wapres pada Ahad (18/7/2021).
Ketiga, dalam menjalankan ibadah dan syi’ar agama, umat Islam agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pelaksanaan ibadah dan syi’ar agama yang berpotensi menjadi mata rantai penularan covid-19.
”Seperti terjadinya kerumunan, harus dihindarkan serta ditiadakan dan dilakukan dengan menggunakan rukhshah (cara lebih ringan) sebagaimana diajarkan oleh syariat Islam dan dilaksanakan di rumah masing-masing,” ucap Hamdan.










