Pemda Anambas Berhasil Turunkan Stunting Daerah, Kepala BKKBN RI Berikan Penghargaan

Foto bersama

Metrosidik.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menerima penghargaan dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) atas dedikasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam melaksanakan usaha-usaha untuk menekan angka prevalensi stunting di daerah. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Nopian Andusti, SE., MT kepada Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Yessy Ariessandy, S.Farm. apt, (Kamis, 28/07/23).

Pembukaan acara

Dalam sambutannya, Nopian Andusti, SE., MT, menebutkan bahwa penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan prestasi yang luar biasa dimana terjadi penurunan angka stunting dari 21,7% pada tahun 2021 menjadi 14% pada tahun 2022, turun sebesar 7,7%.

“Angka capaian di Tahun 2022 ini sudah mencapai target dari Pemerintah dimana Presiden Jokowi menetapkan target prevalensi stunting pada Tahun 2024 sebesar 14%. Provinsi Kepri juga ditetapkan sebagai provinsi terendah ke 4 (empat) dalam penurunan stunting di Tahun 2022”, ucapnya.

Peserta acara

TPPS Kabupaten Kepulauan Anambas juga dipandang memiliki kinerja yang baik terbukti dengan suksesnya Produksi Film Pendek Gerakan Anambas Bebas Stunting “GASING” yang disutradarai oleh Sarman Galang (Penggiat Perfilman di Anambas) dan telah disaksikan bersama-sama (nonton bareng).

Nopian Andusti, SE., MT, memberikan apresiasi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Film “GASING” sangat lengkap dan memiliki pesan yang begitu mendalam terutama untuk generasi muda yang harus mengutamakan pendidikan dan perjuangan demi masa depan mereka.

Tamu undangan

Film Gasing ini juga telah ditayangkan secara khusus di empat kabupaten se Provinsi Kepri dan menjadi sarana edukasi KIE yang efektif.

“Kedepannya, semoga angka stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat terus ditekan karena masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya”,tutupnya.

Baca juga  Imigrasi Kelas II Tarempa Deportasikan 5 Orang Anak Buah KIA

Masa depan Indonesia tentu saja berada ditangan para generasi muda yang harus siap dengan tuntutan zaman dan perkembangan dunia yang begitu cepat dan penuh dengan berbagai tantangan.

jasa website rumah theme

Pos terkait