Jutaan Data Bocor, Politisi PPP Desak RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan

Jutaan Data Bocor, Politisi PPP Desak RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan
ILUSTRASI

METROSIDIK.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Muhammad Iqbal menyoroti kebocoran data pribadi 279 juta penduduk Indonesia. Menurutnya, bocornya data pribadi tersebut menyadarkan bahwa pentingnya RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

“Kasus kebocoran data pribadi itu menyadarkan kita betapa pentingnya RUU Perlindungan Data Pribadi. RUU PDP ini sangat urgent mengingat banyaknya masyarakat yang terhubung dengan berbagai layanan online dan aplikasi. Kami mendorong DPR dan Pemerintah agar bisa mengesahkan RUU PDP tahun ini,” kata Iqbal, Sabtu (22/5).

Dia menyesalkan adanya kebocoran data pribadi 279 penduduk Indonesia. Bahkan ratusan juta data itu sampai dijual di situs surface web Raid Forum.

Iqbal menyebut, kebocoran data pribadi sangat berbahaya karena hal itu bisa dimanfaatkan untuk kejahatan digital, termasuk kejahatan perbankan.

“Apalagi data pribadi yang bocor kali ini ini berisi NIK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji, serta sebagian di antaranya memuat foto pribadi. Kebocoran data pribadi juga bisa berpotensi menimbulkan kerugian sistemik serta membahayakan warga dan negara,” tuturnya.

Dia mengatakan, kebocoran data pribadi itu diduga berasal dari data BPJS Kesehatan. Pihaknya meminta Kominfo, Polisi, serta Badan Siber dan Sandi Negara bekerjasama untuk menyelidiki sampai tuntas kasus kebocoran data tersebut.

“Pelakunya pun harus diberi hukuman agar memberikan efek jera,” ucap Sekretaris Fraksi PPP MPR ini.

Menurutnya, kebocoran data pribadi juga pernah dialami perusahaan swasta di Indonesia. Kata dia, sejak tahun 2020 sudah lima kali kasus kebocoran data pribadi yang terekspos media. Di antaranya 230 ribu data pasien Covid-19 di Indonesia, 2,3 juta data KPU, 1,2 juta konsumen Bhinneka, 13 juta akun Bukalapak hingga 91 juta akun Tokopedia.

Baca juga  Ini Tantangan Indonesia Untuk Mencapai Herd Immunity

“Berbagai kasus itu menunjukkan lemahnya keamanan dan perlindungan data pribadi kita. Oleh karena itu, kami mendorong Kementerian/Lembaga dan perusahaan swasta untuk melakukan penguatan keamanan data pribadi sehingga kasus kebocoran data itu tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

 

 

jasa website rumah theme

Pos terkait