Inilah Kisah Putra Belibok Dari Anambas, Hingga Bisa Lintas Benua

  • Whatsapp

Foto: Fachrizal (Ical Long Enon)

ANAMBAS-METROSIDIK.CO.ID
BERMIMPI besar, begitu kata-kata yang terucap dari alumni Teknik Perminakan UIR satu ini. Berkat kata itu, anak pulau asal Terempak Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau Kepri ini bisa eksis di dunia pekerjaan.

Terempak yang dulu di sebut Pulau Tujuh sebelum Provinsi Kepri memisahkan diri dari Provinsi Riau kini sudah berubah status nya menjadi Kabupaten Kepulauan Anambas setelah memisahkan diri dari Kabupaten induk yakni Kabupaten Natuna.

Fachrizal, biasa disapa Ical Long Enon merupakan salah satu putra Terempa dari pasangan Ibu Bidan Radja Zainun dan Ayah Muchtar Yusuf asal Belibok anak ke Empat dari 5 bersaudara ini eksis bekerja disalah satu perusahaan terbesar di Eropa dan Amerika.

Ia mengawali karirnya sebagai production operator dan field engineer di salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Dari situ, ia banyak bergaul dengan orang-orang hebat lainnya, Ical Long Enon banyak belajar dan mendapatkan motivasi untuk berani bermimpi dan memiliki nilai lebih dari orang lain.

BERANI BERMIMPI ! “ANAK PULAU BELIBOK KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS TERBANG LINTAS NEGARA BERKAT PERMINYAKAN” .

“Dulu, saya hanya bermimpi menjadi manajer saja. Tapi, Bos saya kala itu mengatakan bahwa saya harus bermimpi besar. Jangan pedulikan perkataan orang yang menilai bahwa mimpi saya ketinggian” ucap Fachrizal
yang menyelesaikan pendidikan Strata 1 Teknik Perminyakan nya di Universitas Islam Riau UIR Pekanbaru tahun 1992 dengan menyandang gelar Insinyur.

” sebagai alumni Universitas Islam Riau UIR. Justru sebaliknya, mimpi merekalah yang terlalu kecil,” tuturnya.

Keyakinan tersebut diiringinya pula dengan profesionalitas Kerja yang tinggi dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan. Hal itu, nyatanya berhasil membawa Fachrizal dipercayakan oleh perusahaan untuk dikirim ke Eberdeen Inggris UK guna memperlajari Project Supply Gas.

Baca juga  Bupati Anambas Berharap OPD Ikut Berkurban di Idul Adha Mendatang

Ia menjadi satu dari tiga orang yang berhasil mendapatkan kesempatan istimewa tersebut. Sekitar 1.5 Tahun disana ia kembali untuk membangun project pertama untuk pengiriman supply gas dari Natuna ke Singapore.
Dirinya juga dipindahkan oleh Perusahaan ke Singapore agar bisa langsung mengontrol project tersebut.

Seiring dengan waktu, karirnya terus mengalami peningkatan. Ia sempat berpindah-pindah ke berbagai negara oleh perusahaan. Di antaranya bahkan perusahaan minyak Petro Ecuador di wilayah Equador Amerika Selatan dan Texas Amerika Serikat serta Mozambiq Afrika.

“Saya mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan perusahaan minyak di Amerika, ucapnya. Beberapa Tahun disana saya dipercaya sebagai Field Opertation Suprintendent. Saya harus bolak-balik Amerika-Indonesia waktu itu. Karena Keluarga masih di Indonesia. Tapi karena kesempatan seperti itu juga merupakan kesempatan yang tidak bisa dirasakan semua orang,”lanjutnya.

Bukan Hanya di level nasional, Fachrizal bahkan pernah dipercaya oleh perusahaan besar dari Eropa dan Amerika. Sepulangnya di Negeri Liberty tersebut. Tawaran lainnya pun datang dari tanah air. Ia pernah dipercaya menjadi Field Manajer, Sampai Akhirya, pada tahun 2016 lalu, ia diberikan kepercayaan penuh sebagai General Manager disalah satu perusahaan minyak dan Gas.

Dengan kondisi harga minyak dunia yang masih susah, dia malah mendapat tawaran diperusahaan minyak lainnya dan kemudian, ia pindah ke Bunyu Tapa Energi dengan jabatan yang sama, yakni General Manager (GM).

Dengan posisi tertinggi diperusahaan itu, ical merasakan ada tantangan yang jelas. Jika biasanya ia berkutat dilapangan, kini ia di percaya untuk tak lagi harus turun langsung ke lapangan.
Ical mengatakan, bahwa apa yang ia capai saat ini, tak lain karena usaha, mimpi-mimpi yang disertai kerja keras.

Baca juga  Dua Jam Mediasi SBSI Bersama CKB diKantor Disnaker Trans Akhirnya Ada Kesepakatan

“ saya tak pernah membayangkan akan diberikan kepercayaan untuk menjalankan perusahaan perminyakan menjadi seorang GM, menjadi manajer saja sudah bersyukur “.ucapnya.

Tapi karena usaha dan kerja kerasnya, tak ada yang tak mungkin. Buktinya, anak pulau yang selalu rindu dengan masakan guloy tempoyak dan kue khas dikampung kelahirannya kini ia bisa melanglang buana, berhadapan dengan alumni-alumni luar Negeri yang tak kenal apa itu UIR.

Ical berharap, pencapaiannya ini bisa memotivasi dan menginspirasi generasi muda Anambas dan alumni UIR agar jangan takut bermimpi. Pesannya. “Kuncinya ada tiga, bermimpi besar, jadi yang berbeda dari yang lain dan bertanggung jawab, itu sangat penting di dunia pekerjaan,”

Ia selalu berpesan saat diundang oleh pihak Universitas untuk menjadi motivator bagi mahasiswa dan para alumni lainnya.
Adapun harapannya untuk UIR, Khususnya jurusan Tekhnik Perminyakan, semoga nantinya potensi minyak di Riau ini bisa betul-betul dikelola dengan baik oleh pihak akademisi, Pemerintahan dan SDM yang berkompeten. “Saya berharap, semua unsur bisa bersinergi mengelola minyak di Riau ini. Potensi kita sangat besar, mengapa kita tidak kelola sendiri, Negara lain saja bisa, kenapa kita tidak ?? Saya yakin, jika semua pihak bersatu padu dan sadar akan kekayaan itu, masyarakat Riau akan sejahtera, jangan sampai kita menjadi pepatah Tikus Mati diladang Gandum. sambungnya.

Ia bermimpi, kedepannya untuk bisa menjadi owner perusahaan minyak. Ia bercita-cita untuk bisa memiliki ladang minyak sendiri, Fachrizal tak peduli jika ada yang mencibirnya. Justru sebaliknya, ia akan berusaha lebih keras untuk mewujudkan hal tersebut.

Editor: Fitra

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait