Cuma Dalam 10 Hari Capai 98% Penyaluran BST di Ponorogo

Cuma Dalam 10 Hari Capai 98% Penyaluran BST di Ponorogo
Kantor Ponorogo. (Foto: Medcom.id)

 

Masyarakat Masih Butuh BST

Dari beberapa KPM yang diajak diskusi, Dedy Nurditya mengatakan sebagian besar mengaku masih sangat membutuhkan BST. Kondisi pandemi covid-19 yang sebagian besar berdampak pada menurunnya sumber pendapatan mereka menjadi alasannya.

“Tampaknya mereka masih berharap. Pedagang kecil yang jam bukanya terbatas dan dilarang kerumunan di tempat usaha mereka, sehingga ekonomi sedang menurun. Saya simpulkan masyarakat masih membutuhkan,” ujar Dedy.

 

Kepala Kantor Pos Ponorogo Dedy Nurditya
Kepala Kantor Pos Ponorogo Dedy Nurditya (Foto: Medcom.id)

 

Setidaknya ada salah satu KPM yang menyampaikan harapan itu. Cahyo Winarko, KPM dari Desa Desa Banyudono, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, misalnya. Dia berharap agar pemerintah kembali memperpanjang BST untuk membantu keluarganya memperoleh makanan.

Baca juga  Awalnya Kondisi Pasien Memburuk Usai Pakai Tabung Oksigen, Terungkap Ternyata Penjual Modifikasi Tabung Bekas APAR

Sebelum mendapatkan BST, Cahyo hanya mengandalkan dari saudaranya untuk bisa mendapatkan makanan. Jika tidak, nasi dan telur saja sudah cukup baginya.

Kondisi tidak lain disebabkan karena pandemi covid-19 yang berdampak pada usahanya. Dalam kehidupan sehari-hari, Cahyo membuat tabuh gamelan Reog Ponorogo untuk dijual.

Biasanya Cahyo mendapatkan pemasukan Rp2 juta per bulan. Akibat pandemi, pemasukan turun drastis menjadi Rp300 ribu per bulan. Dia sangat terpukul.

Baca juga  Hari Kelima Operasi Zebra Satlantas Polres Kepulauan Anambas

“Sekarang sudah agak lega karena sudah menerima BST dari pemerintah untuk kehidupan sehari-hari,” kata Cahyo.

Namun demikian, dia masih berharap BST masih bisa dicairkan kembali oleh pemerintah untuk membantu orang-orang kesusahan seperti dirinya akibat dampak dari pandemi ini.

 

 

jasa website rumah theme

Pos terkait