Batam, Metrosidik.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar rapat paripurna dengan tiga agenda utama di ruang sidang utama, Rabu (29/4/2026) pagi. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda, SE.
Rapat tersebut turut dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, serta insan pers juga tampak mengikuti jalannya sidang.
Agenda pertama paripurna diawali dengan penyampaian dan penjelasan Wali Kota Batam terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda Kota Batam Nomor 11 Tahun 2013 mengenai Pengelolaan Persampahan. Pembahasan ini menjadi sorotan penting mengingat persoalan sampah masih menjadi isu strategis di Kota Batam.
Memasuki agenda kedua, DPRD Kota Batam menyampaikan laporan hasil reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026. Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan dalam menyerap aspirasi masyarakat.
“Berdasarkan ketentuan yang berlaku, seluruh anggota DPRD telah melaksanakan reses di daerah pemilihannya masing-masing. Hari ini, laporan tersebut disampaikan melalui fraksi-fraksi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” ujar Kamaluddin dalam sidang paripurna.
Ia menegaskan, hasil reses tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan. “Aspirasi masyarakat yang dihimpun akan kami sampaikan kepada Wali Kota Batam untuk ditindaklanjuti. Ini akan menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD dalam penyusunan APBD tahun mendatang,” tambahnya.
Sebelum penyampaian laporan, pimpinan DPRD bersama pimpinan fraksi menyepakati mekanisme penyampaian secara tertulis oleh masing-masing fraksi. Meski demikian, suasana sidang tetap berlangsung dinamis dengan sentuhan budaya lokal, di mana sejumlah juru bicara fraksi mengawali penyampaian dengan pantun.
Fraksi NasDem melalui juru bicara Muhammad Dyco Barcelona Maryon menjadi yang pertama menyampaikan laporan, disusul Fraksi Partai Gerindra yang diwakili Muhammad Rudi ST. Dalam penyampaiannya, Rudi turut menyoroti kebutuhan sarana pendidikan, khususnya pengadaan laptop untuk mendukung pelaksanaan ujian TKA di sekolah-sekolah.
“Kami melihat masih ada keterbatasan fasilitas di beberapa sekolah. Ini perlu menjadi perhatian serius agar kualitas pendidikan di Batam semakin meningkat,” ujar Rudi.
Penyampaian laporan kemudian dilanjutkan oleh Fraksi PDI Perjuangan, Partai Golkar, PKS, hingga PKB. Dua fraksi gabungan, yakni PAN–Demokrat–PPP dan Hanura–PSI–PKN, menutup rangkaian laporan reses yang juga disampaikan dengan nuansa pantun.
Secara umum, berbagai fraksi menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi aspirasi masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, pelayanan publik, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah.
Menutup agenda tersebut, Ketua DPRD kembali menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal aspirasi masyarakat agar dapat diimplementasikan dalam program pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar laporan, tetapi suara masyarakat yang harus kita perjuangkan bersama. Kami berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti secara konkret demi kesejahteraan masyarakat Batam,” tutup Kamaluddin. (*)











