Dari Kumuh Jadi Ikonik, Underpass Pelita Direvitalisasi Total

Underpass Pelita salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis serta pariwisata di kawasan Nagoya. Foto : Humas BP Batam

Batam, Metrosidik.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur mulai melaksanakan proyek revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur sekaligus penataan wajah Kota Batam.

Underpass Pelita merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis serta pariwisata di kawasan Nagoya. Tak hanya berfungsi sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat, infrastruktur ini juga memiliki nilai ikonik sebagai satu-satunya underpass di Kota Batam.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisi underpass tersebut mengalami penurunan baik dari sisi fungsi maupun estetika. Coretan vandalisme, pencahayaan yang kurang optimal, hingga sistem drainase yang belum berfungsi maksimal dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Menjawab kondisi tersebut, BP Batam melakukan revitalisasi secara menyeluruh. Pekerjaan meliputi penataan lanskap melalui penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan dan kanstin, pemasangan light box berisi visi pembangunan Kota Batam, serta perbaikan sistem penerangan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa proyek ini dilaksanakan mulai April hingga Mei 2026 dengan durasi pekerjaan selama dua bulan.

“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujar Amsakar, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, underpass tersebut memiliki dimensi panjang sekitar 90 meter, lebar 18 meter, dan tinggi 5 meter. Adapun pendanaan proyek berasal dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam serta dukungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam.

Menurutnya, peningkatan kualitas pencahayaan dan pembenahan sistem drainase menjadi prioritas utama dalam revitalisasi ini guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah genangan air yang berpotensi merusak badan jalan.

Baca juga  Baku Tembak di Sugapa, Satu Anggota KKB Tewas

“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.

Saat ini, progres pekerjaan telah berjalan, meliputi penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, serta pengukuran lapangan untuk tahap pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan sistem penerangan.

Amsakar juga menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak berhenti di Underpass Pelita. Ke depan, BP Batam akan melakukan penataan serupa di sejumlah kawasan lainnya secara bertahap.

“Tidak hanya underpass, secara bertahap BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya,” pungkasnya.

Seiring dengan upaya tersebut, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum serta menghindari tindakan vandalisme demi keberlanjutan manfaat infrastruktur bagi kepentingan bersama. (*)

jasa website rumah theme

Pos terkait