Dukung Masyarakat Terobos Pasar Komoditi, Julaihi Maju Sebagai Caleg Provinsi Kepri

  • Whatsapp

Maju sebagai calon legislatif di tingkat Provinsi Kepulaun Riau Dapil Anambas dan Natuna perlu persiapan yang maksimal serta mengetahui persoalan yang sedang perkembang di masyarakat.

Seperti salah satu tokoh politik muda di Kabupaten Kepulauan Anambas Julaihi, siap membawa aspirasi masyarakat jika diberikan amanah duduk sebagai anggota legislatif tingkat daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Diusung dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Kepulauan Riau Dapil-7 Natuna-Anambas dengan nomor urut 2 ini siap berjuang bersama masyarakat untuk meraih suara di pemilu mendatang.

Julaihi Caleg Provinsi Kepulauan Riau Dapil Natuna-Anambas

Bermodalkan pengalaman Enterpreneurship dan peduli terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Julaihi, panggilan akrab Bang Julai ini fokus terhadap kehidupan petani dan nelayan.

Bang Julai menawarkan program unggulan dengan slogan “Bangun Masyarakat Dengan Ekonomi Kreatif.”

Pria yang lahir 44 tahun silam ini optimis membangun sektor pertanian dan masyarakat nelayan Natuna-Anambas agar kedepannya dapat lebih baik lagi.

Ia menyebut, saat ini potensi pertanian yang perlu di perhatikan antara lain, komoditi Cengkeh, buah Pala dan rumput laut.

Disampaikannya, program ini bukan hanya janji semata untuk meraih simpati masyarakat. Sebelumnya ia menyebutkan melalui jaringan partai dirinya pernah sukses dalam memberikan bantuan 8500 bibit Cengkeh kepada petani.

Tidak terhenti di situ saja, bahkan jika terpilih nanti, 500 ribu batang bibit Cengkeh akan diupayakan. Bibit Cengkeh nantinya akan mampu menghasilkan panen cengkeh dengan minimal 5000 tone sekali panen. Tentunya ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani cengkeh.

Selain komoditi Cengkeh, pria yang aktif di partai berlambangkan Ka’bah ini juga optimis rumput laut mampu meningkatkan ekonomi bagi nelayan.

“Setengah hektar lahan untuk rumput laut menghasilkan minimal 2,4 tone rumput laut kering. Hanya dengan 45 hari dapat menghasilkan pendapatan nelayan hingga 28 juta. Itu hitungan dengan harga 12000 kering rumput laut saat ini,” sebutnya di akhir pekan lalu.

Baca juga  DED 'Bom Waktu' di Anambas

Selain menjual hasil rumput laut, kedepannya ia akan memberikan pembinaan kepada petani untuk menciptakan ekonomi kreatif seperti kuliner dan lainnya.

“Kita harus mampu mengelola dari hasil sumber daya alam, baik di perikanan hingga pertanian. Sehingga nantinya memiliki nilai ekonomi kreatif yang dapat melahirkan kesempatan usaha bagi cikal bakal tumbuhnya pengusaha muda” serunya.

Meskipun fokus membangun di sektor perikanan dan pertanian, tentunya Bg Julai tidak mengkesampingkan kebutuhan dasar masyarakat seperti meningkatkan pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih serta meningkatkan mutu pendidikan di dua wilayah perbatasan Indonesia Yakni Natuna-Anambas.

  • Red
jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait