Pasar Miring, Warga Minta Kejaksaan Usut Sampai Tuntas

  • Whatsapp
Foto : Warga Payalaman saat dikantor Kejaksaan Tarempa

ANAMBAS-METROSIDIK | LSM NGO Sebora Indonesia pengurus Cabang dan perwakilan tokoh masyarakat Kecamatan Palmatak desa Payak Laman Kabupaten Kepulauan Anambas mendatangi kantor kejaksaan cabang negeri Natuna diTarempa. Sabtu 28/10/17.

Kedatangan dari berbagai element dan perwakilan masyarakat ini, guna menyampaikan laporan adanya indikasi dugaan korupsi pembangunan pasar yang terletak di desa Payaklaman KKA pada tahun 2013 lalu.

Acok yang merupakan anggota DPRD KKA akhir periode tahun 2014 menuturkan, ada sesuatu yang janggal dalam pelaksanaan pembangunan pasar yang dikerjakan oleh koperasi Serba Usaha Sekar wangi.

“Mereka sebagai koperasi tidak punya tenaga ahli untuk melaksanakan pembangunan sebesar itu. Prosedur pertama saja sudah ada yang janggal, sewaktu pemasangan tiang pailing barang kali tidak sesuai dengan hammernya. Sehingga tiang bangunan menjadi turun setelah ada beban dan membuat kontruksi bangunan menjadi miring.” tuturnya

Dirinya juga khawatir, dengan kondisi pasar yang sudah dalam keadaan mirng dan dapat roboh kapan saja.

” kita minta kepada pihak kejaksaan untuk segera menyikapi laporan ini. Hal ini harus segera diperhatikan, mengingat kondisi bagunan yang sudah miring dan dapat mengancam keselamatan warga disekitar pasar.” paparnya

Menurutnya, jika setelah ada proses hukum tentunya akan ada langkah yang segera bisa dilakukan. Apakah nanti bangunan pasar itu bisa di lanjutkan atau dirobohkan saja , itu tergantung hasil dari proses hukum, tambahnya.

Kedatangan perwakilan warga ini di sambut langsung oleh Jaksa Ade Suganda jaksa cabjari .

Ade suganda , jaksa cabjari Tarempa mengatakan pihaknya sempat memantau dan mengambil dokumentasi.

” ya kemarin kita saat berkunjung di Kecamatan Palmatak bersama Kejari Natuna kami sempat mengunjungi dan memantau kondisi pasar serta mengambil beberapa poto untuk dokumentasi” jelasnya

Baca juga  Sekitar 200 Massa Datangi Kantor DPRD-Anambas

Hendrik selaku pemuda tempatan sangat menyayangkan pembangunan pasar yang mengahabiskan aggaran negara tidak dapat terealisasi sebagaimana mestinya.

” anggaran pembangunannya melalui APBN tahun 2012 dan 2013 .Ditambah lagi, pengerjaan yang seharusnya 3 bulan malah sampai 16 bulan.Pengerjaannya juga tanpa pengawasan.” tuturnya

Hendri meminta pihak kejaksaan untuk segera menyelidiki laporan ini , karena ada indikasi dugaan korupsi dalam pelaksanaannya.

” kasus ini sudah pernah dilaporkan pada tahun 2015 oleh kepala desa dan BPD kepada kejaksaan cabang negeri Tarempa. Dengan demikian, kami menegaskan kembali agar kasus ini segera di selesaikan.” tegasnya.

Disisi lain, Andika ketua Subcab NGO Sebora Indonesia kecamatan Palmatak berharap laporan yang mereka sampaikan segera ada tindak lanjutnya dari pihak kejaksaan.

” Kami siap mendukung pihak kejaksaan dalam menangani kasus tipikor yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya, masalah yang sedang kami laporkan ini ”

Untuk menindaklanjuti laporan yang telah mereka sampaikan. Senin 30 Oktober nanti beberapa perwakilan dari masyarakat Kecamatan Palmatak akan kembali untuk meyampaikan beberapa dokument dan bukti -bukti sebagai bahan laporan kepada Kejaksaan cabang negeri Tarempa. /Fitra

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait