Bicara di Markas PBB, BNPT Tegaskan Komitmen Negara Lindungi Hak Korban Terorisme

  • Whatsapp
Bicara di Markas PBB, BNPT Tegaskan Komitmen Negara Lindungi Hak Korban Terorisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar memimpin Delegasi Indonesia pada The First United Nations Global Congress of Victims of Terrorism yang digelar di Markas Besar PBB New York 8-9 September 2022. (Foto: Republika.co.id)

METROSIDIK.CO.ID — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan komitmen negara dalam melindungi hak para korban kejahatan tindak pidana terorisme. Penegasan itu disampaikan Kepala BNPT saat memimpin delegasi Indonesia pada “Kongres Global PBB untuk Korban Terorisme” di New York, pada 8 – 9 September 2022.

“Upaya pemerintah Indonesia, yaitu pemenuhan hak dan kebutuhan korban terorisme melalui penguatan kerangka legislasi dan pemberian kompensasi kepada korban terorisme di masa lalu dan masa kini. Termasuk korban yang merupakan warga negara asing,” kata Boy Rafli Amar dalam keterangannya, Jumat (9/9/2022).

“Terhitung sejak 2002 hingga 2022, pemerintah telah memberikan kompensasi kepada lebih dari 700 orang korban terorisme,” terang Boy Rafli.

Selain itu, pemerintah melalui BNPT dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga memberikan bantuan lain berupa bantuan medis atau rehabilitasi psikososial dan psikologis kepada para korban.

Baca juga  BNPT Dialog Radikalisme dengan Tokoh Masyarakat di Bandung

Komitmen negara untuk memenuhi hak dan kebutuhan korban diperkuat dengan sejumlah terobosan program unggulan BNPT, di antaranya silahturahmi kebangsaan. Forum rekonsiliasi ini mempertemukan penyintas dengan mantan narapidana terorisme. Selain itu, juga program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) yang melibatkan mitra deradikalisasi, penyintas, dan masyarakat lokal.

Boy Rafli menyatakan bahwa terobosan tersebut merupakan bentuk kesiapan pemerintah melalui pendekatan multi-stakeholders atau pentahelix. Di mana seluruh pihak terlibat dalam pemulihan dan pemenuhan hak penyintas terorisme.

“Negara bertanggung jawab dalam memenuhi hak dan kebutuhan korban terorisme. Sebab meningkatkan kesejahteraan dinilai dapat membantu penyembuhan mereka,” kata jenderal polisi bintang tiga tersebut.

Selain Kepala BNPT, Ketua LPSK.Hasto Atmojo Suroyo, serta perwakilan penyintas terorisme turut hadir sebagai delegasi Indonesia dalam kongres global PBB pertama ini.

 

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait