Berawal Dari Keprihatinan, Dedi Menerobos Panggung Politik

  • Whatsapp

Sejarah mencatat, tidak sedikit sosok pemuda berhasil membawa perubahan baik tingkat nasional hingga belahan dunia. Kekuatan yang dilahirkan dari sosok pemuda tidak diragukan, mulai fisik yang masih prima, cara berpikir yang kritis dan cerdas, serta karakter idealiasme yang masih melekat dalam jiwa, merupakan sumber kekuatan terbesar bagi dunia.

Sosok pemuda akan selalu hadir dengan gagasan baru, tindakannya akan selalu berdampak bagi kemaslahatan umat. Sehingga, cara berpikir sosok pemuda acap kali dianggap sebagai gagasan dan pemikiran yang berada di luar nalar oleh segelintir kalangan kaum oportunis.

Dedi Syahputra, salah satu dari sekian banyak pemuda di perbatasan yang masih peduli terhadap kehidupan khalayak ramai. Dedi Syahputra sesosok pemuda yang kritis, lahir di perbatasan Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang berhasil menguhubungkan pemuda melalui gerakan nyata, yakni gerakan memanusiakan manusia.

Dedi Syahputra Menerobos Panggung Politik

Terbatasnya fasilitas kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas ditambah lagi masih banyak masyarakat hidup dalam kemiskinan membuat dirinya dan kawan-kawan berjuang bersama-sama dalam wadah NGO-Sebora untuk memberikan kesempatan bagi warga miskin agar memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Oraganisasi ini telah membantu masyarakat Anambas untuk berobat hingga ke tingkat Rumah Sakit di ibu Kota Jakarta.

Gerakan ini dilakukannya dalam rangka peduli terhadap kesenjangan sosial yang sering ditemukan di kehidupan masyarakat kepulauan dalam hal membantu masyarakat untuk mendapatkan hak nya dalam pelayanan kesehatan sebagai warga negara.

Ini Perjalan Karirnya,

Pemuda yang akrab di panggil Dedi ini aktif berorganisasi sejak masih duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswa di Sekolah Tinggi Sosial dan Politik (Stisipol) Raja Haji, Tanjungpinang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi di Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan di Tanjungpinang, dan sekretaris Himpunan Mahasiswa Kab. Kep. Anambas (HIMKA) Tanjungpinang, sekretaris Angkatan Pembaruan Pemuda Perbatasan Indonesia (APPPI) Kab. Kep. Anambas dan beberapa organisasi lainnya.

Baca juga  Desa Mubur Dicanangkan Kampung Perdamaian Adhyaksa, Kacabjari di Tarempa Berikan Sosialisasi

Tidak sampai di situ saja, Dedi melanjutkan karirnya sebagai Direktur Non Goverment Organizer Seni, Sosial, Budaya dan Olahraga (NGO SEBORA) Kab. Kep. Anambas yang fokus terhadap misi kemanusiaan. Kemudian ia melanjutkan perjuangannya terhadap kehidupan nelayan dengan bergabung sebagai sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC-HNSI) KKA.

Suka Duka Dalam Memperjuangkan Masyarakat.

Dedi sudah berkecimpung di pergerakan dan mengawasi kinerja pemerintah pada 2010 dengan bergabung di organisasi Kemahasiswaan baik di lingkungan kampus maupun diluar lingkungan kampus.

Sering bersinggungan dengan persoalan-persoalan di daerah mendorong Dedi memantapkan diri untuk maju pada pemilihan Anggota DPRD Kab. Kep. Anambas.

Setelah lulus kuliah pada 2014, aktifitas Dedi bukan saja memperjuangkan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan memperjuangkan nasib nelayan, tetapi juga terlibat dalam mengkritisi beberapa kebijakan Pemda seperti tentang pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti Air, serta aktif dalam Koperasi agar masyarakat kehidupannya lebih baik.

Lika-liku perjuangan dirinya memang tidak selalu berjalan mulus, sering disebut provokator dan tidak “disenangi” oleh beberapa pihak, ketika beliau lantang bersuara atas persoalan masyarakat hingga memimpin beberapa kali demonstrasi. Memimpin demostrasi bukan hal baru bagi dirinya, karena sudah sering dilakukan dalam pergerakan saat masih status mahasiswa. Latar belakang pergerakannya itulah, sehingga dirinya memutuskan pada tahun 2016 menjadi Jurnalis agar dapat mendukung perjuangannya untuk menyuarakan persoalan masyarakat melalui tulisan selain pergerakan.

Dari Aktivis, Terjun ke Panggung Politik

Mengawasi kebijakkan pemerintah yang selama ini dipandangnya belum tepat sasaran mengharuskan dirinya terjun ke panggung politik untuk merebut kursi legislatif di Kabupaten Kepulauan Anambas. Melalui partai Perindo ia terdaftar sebagai Caleg nomor urut-2 Daerah Pemilihan (Dapil-1) Kecamatan Siantan.

Baca juga  Begini Cara Kadis Kominfotik Anambas Atasi Kekurangan Personel

Ikut dalam perhelatan kursi legislatif semata-mata hanya untuk mewujudkan cita-cita bersama dan melanjutkan perjuangan yang sudah dilakukan bersama masyarakat dengan dukungan dari rekan-rekannya dalam satu pergerakan.

Keterbatasan Ekonomi Tidak Menyurutkan Semangatnya.

Meskipun di tempa dengan persoalan ekonomi dan status sarjana yang biasanya mayoritas ingin bekerja dengan pemerintah, dirinya memilih menghabiskan waktunya bersama-sama masyarakat dalam aktifitas organisasi yang bertujuan agar bermanfaat untuk orang ramai.

Meskipun di usia yang masih muda dirinya memiliki semangat tinggi, tanggungjawab dan cita-cita besar dalam memperjuangkan masyarakat yang selama ini kurang diperhatikan.

Pemuda yang lulusan Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Sosial dan Politik itu menyadari bahwa persoalan kesehatan adalah kebutuhan mendasarkan masyarakat yang harus diproritaskan dan persoalan nelayan untuk kemajuan di sektor kelautan dan perikanan serta persoalan-persoalan lainnya yang berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas. Perjuangan-perjuangan tersebutlah dirinya patut diberikan amanat sebagai penyambung aspirasi di DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Langakah Perjuangan Yang Akan Dilakukan Ketika Diberikan Mandat Oleh Masyarakat Sebagai Anggota DPRD Anambas.

Pertama, mendorong untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan jaminan kesehatan terkhusus, untuk masyarakat kurang mampu yang akan di rujuk keluar daerah. Selama hampir 4 tahun ini program tersebut telah dilakukannya bersama rekan-rekan, serta berupaya menuntaskan persoalan-persoalan nelayan dan kemajuan di sektor kelautan dan perikanan, mendorong kemajuan di sektor pariwisata dan kebudayaan dan persoalan lainnya yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Kedua, sebagai anggota dewan yang memiliki tugas untuk menetapkan anggaran maka dana aspirasi harus terarah dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan untuk peningkatan kualitas kehidupan.

Menurutnya selama ini dana aspirasi hanya menjadi komoditi kepentingan pribadi dan kelompok semata sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Demokrat: Moeldoko Semestinya Dicopot Dari Jabatannya

Ketiga, harus selalu dekat dengan masyarakat serta membangun jaringan yang luas hingga level provinsi dan pusat.

*Red

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait