Penggunaan perbandingan level transmisi penularan dan level kapasitas respons sistem kesehatan untuk mengukur situasi epidemiologi suatu wilayah ini sejalan dengan indikator penyesuaian upaya-upaya kesehatan masyarakat yang ditetapkan World Health Organization (WHO).
Dalam penentuan tingkat transmisi komunitas, Kemenkes menggunakan tiga indikator utama yaitu jumlah kasus, jumlah kasus rawat, dan jumlah kasus kematian akibat Covid-19 yang dihitung per 100.000 penduduk per minggu.
Pemerintah kemudian menetapkan nilai-nilai ambang untuk tiap-tiap indikator tersebut untuk dapat mengategorikan tingkat transmisi komunitas dalam wilayah tertentu.
Sedangkan kapasitas respons kesehatan terdiri atas tiga kategori (memadai, sedang, atau terbatas) ditentukan berdasarkan tiga indikator.
Tiga indikator tersebut adalah positivity rate dari testing dengan mempertimbangkan rasio testing, rasio kontak erat yang dilacak untuk setiap kasus, dan keterisian tempat tidur perawatan.
Selanjutnya Kemenkes menetapkan nilai-nilai ambang untuk setiap indikator tersebut sebagai dasar penentuan level kapasitas respons di suatu wilayah.
Dengan PPKM level, dan tentu seiring dengan program vaksinasi yang terus digenjot, perlahan-lahan terjadi tren penurunan kasus positif, aktif, sembuh, meninggal dunia, dan positivity rate. Situasi ini berdampak pada bangkitnya kembali aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Memasuki akhir 2021, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat bahwa kasus baru infeksi virus Corona di Indonesia terus turun. Saat ini kasus baru harian turun hingga 99,6% dibanding ketika puncak gelombang kedua Covid-19, Juli 2021 lalu.
Rata-rata kasus harian saat ini pun jauh lebih rendah dibandingkan penambahan kasus positif pada Januari 2021.
Bahkan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan, data-data penurunan kasus Covid-19 menunjukkan Indonesia sebentar lagi bisa bebas dari virus Corona.











