Batam, Metrosidik.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) bergerak cepat melakukan perbaikan darurat terhadap pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter (mm) di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6/2026).
Langkah cepat ini diambil menyusul terjadinya kebocoran pipa yang dipicu pergeseran tanah akibat intensitas hujan deras yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir sejak Rabu (10/6/2026).
Akibat proses perbaikan tersebut, suplai air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batam terpaksa dihentikan sementara. Berdasarkan informasi dari tim teknis Air Batam Hilir, kebocoran kembali terjadi di titik yang sama dengan lokasi perbaikan sebelumnya.
Struktur tanah yang labil pascahujan diduga menjadi penyebab utama bergesernya pipa hingga memicu kebocoran ulang.
Wilayah yang terdampak penghentian sementara suplai air bersih meliputi Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Teluk Tering, Kelurahan Sukajadi, serta sejumlah kawasan di sekitarnya.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa saat ini seluruh sumber daya teknis telah dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan.
Namun demikian, kata dia, proses dewatering atau pengurasan sempat mengalami hambatan akibat hujan deras yang mengguyur area pekerjaan.
“Waktu pengerjaan mengalami keterlambatan karena faktor keselamatan tim teknis di area yang berlumpur. Namun kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pekerjaan dapat selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir sekitar dua jam setelahnya,” ujar Ariastuty Sirait, Kamis (11/6/2026).
Tuty menjelaskan, setelah tahapan dewatering rampung, proses perbaikan akan dilanjutkan dengan penggalian lumpur, pengangkatan pipa, pemasangan pipa baru, pemasangan baut las, pemasangan support pipa, hingga tahap akhir berupa pemulihan suplai air ke pelanggan.
Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menyiapkan cadangan air selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya untuk kebutuhan selama proses perbaikan,” katanya.
BP Batam, lanjut Tuty, berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan proses perbaikan secara berkala kepada masyarakat.
“Dukungan dan pengertian masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya.










