Ramai-Ramai Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Pelajar di Pekanbaru belajar tatap muka saat pandemi Covid-19 di Riau. (Liputan6.com/M Syukur)

 

Pembelajaran Tatap Muka di Bangka Tengah

Sejumlah murid memasuki sekolah SD Negeri 6, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemerintah setempat memberikan izin kepada enam sekolah untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka selama satu bulan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

 

Begitu pun di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dinas Pendidikan Bangka Tengah juga menunda penerapan PTM karena kasus penyebaran COVID-19 menunjukkan grafik peningkatan.

“Sesuai dengan jadwal memang kami rencanakan pembelajaran tatap muka hari ini, Senin (4/1), namun belum memungkinkan dan harus ditunda,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Iskandar di Koba, dilansir Antara, Senin, 4 Januari 2021.

Pihaknya belum mendapat persetujuan dari Satgas COVID-19 Bangka Tengah untuk pembelajaran tatap muka karena penyebaran Covid-19 semakin meningkat.

“Kami tentu berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 untuk memastikan situasi yang lebih memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan dimulai pembelajaran tatap muka, karena semunya harus mempertimbangkan situasi daerah yang sedang dilanda pandemi virus corona.

“Namun demikian, proses pembelajaran tetap berjalan dengan pola dalam jaringan (daring) atau sistem online,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika pembelajaran tatap muka mulai diberlakukan, tentu saja tetap dengan menaati protokol kesehatan COVID-19.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya untuk menyongsong pembelajaran tatap muka tersebut,” ujarnya.

Pihak sekolah, kata dia, sudah mempersiapkan diri untuk menyongsong pembelajaran tatap muka yang berpedoman kepada protokol kesehatan COVID-19.

“Tentu saja pembelajaran tatap muka nanti harus mematuhi protokol kesehatan COVID-19, di antaranya mempersiapkan zona cuci tangan, menggunakan masker, alat ukur suhu tubuh, jadwal belajar dan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar,” ujarnya.

Kendati diberlakukan pembelajaran tatap muka, namun, kata dia, tetap dalam situasi adaptasi kebiasaan baru yang semuanya harus mengacu kepada protokol kesehatan.

“Pembelajaran tetap muka seperti biasa, interaksi langsung antara guru dan siswa, namun harus mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus corona,” ujarnya.

Baca juga  UPDATE Corona Indonesia (2/4): Tambah 5.325 Kasus Baru, jadi 1.523.179

Suherni, orangtua siswa di Bangka Tengah, mendukung keputusan penundaan pembelajaran tatap muka demi menjaga keselamatan bersama.

“Tentu kami sangat menunggu anak kami bisa kembali ke sekolah, tetapi jika tidak memungkinkan tentu saja daring lebih baik,” ujarnya.

Menurut dia, dengan situasi pandemi saat ini tentu saja sistem daring pilihan terbaik sampai situasi memungkinkan. “Tentu itu cara efektif yang bisa dilakukan untuk belajar di tengah pandemi virus corona,” ujarnya.

 

jasa website rumah theme

Pos terkait