Menanti Hasil Penelitian Vaksin Merah Putih

Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal

Dalam proses penelitian ini, apakah sudah ditentukan sasaran penerima vaksin Merah Putih?

Itu adalah sesuatu yag kita belum duduk bersama untuk melihat. Sekarang kalau melihat berbagai vaksin yang masuk ke Indonesia, kita tahu vaksin Sinovac menyasar untuk usia 18-59 tahun, karena mereka melakukan uji klinik untuk umur segitu.

Sementara itu, Pfizer dan Moderna di luar itu. Kalau bisa merah putih bisa mencakup semuanya. Paling ideal harusnya kita bisa mencakup semuanya.

 

Apa yang menjadi tantangan selama mengembangkan vaksin Merah Putih?

Tantagannya bayak. Indonesia belum pernah membuat suatu vaksin beneran. Selama ini kita terlena.

Kita selalu menggantungkan diri pada sesuatu yang sudah ada. Karena dana pengembangan vaksin besar sekali, yang namanya uji klinik besar sekali biayanya. Industri lokal tidak akan berani menaruh uangnya di situ.

Bagaimana kalau tiba-tiba, penyakitnya hilang? Itu pernah terjadi saat penelitian vaksin Mers. Industrinya kemudian dihentikan. Ini kan gambling. Tapi dari situ kita belajar, bahwa kita ternyata sangat bergantung siapapun di luar. Ini enggak boleh untuk kedaulatan nasional.

Kenapa kemudian kita harus memiliki? Kita tidak boleh hanya berpikir untuk hari ini. Kita berpikir untuk depan di mana pandemi bisa datang lagi. Kita punya SDM, infratstruktur. Kita bisa kalau kita mau. Masalahnya, mau enggak Indonesia bikin sendiri dan tidak bergantung pada produk luar negeri?

jasa website rumah theme
Baca juga  Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Satwa Ilegal

Pos terkait