Siapkan Konsep MDO
Penasehat Kepala Staf Presiden (KSP) yang juga Analisis Utama Politik Keamanan Lab 45, Andi Widjajanto mengatakan, saat ini pemerintah tengah memodernisasi alutsista dengan mengikuti rencana strategis pembangunan Kekuatan Pertahanan 2024.
Andi mengatakan, Renstra 2024 ini diharapkan akan meningkatkan kesiapan operasional dan tempur TNI terutama untuk beberapa jenis alutsista yaitu tank, kendaraan angkut tempur infanteri, kapal permukaan, kapal selam, pesawat tempur, pesawat tanpa awak, pesawat angkut, dan rudal pertahanan udara.
“Modernisasi ini belum cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan pertahanan Indonesia yang mampu berperan sebagai kekuatan pengimbang di Asia Timur,” ujar Andi di Jakarta, Senin (4/10/2021).
Modernisasi pertahanan ini, kata dia, harus kita teruskan sehingga TNI dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan Indonesia yang mampu berperan di lingkungan strategis regional dan global. Namun, transformasi pertahanan ini akan menghadapi beberapa tantangan utama, seperti friksi relasi negara besar AS dan China, pelemahan ekonomi global, perkembangan teknologi militer baru, dan kemunculan ancaman-ancaman hibrida.
“Tujuan utama transformasi pertahanan adalah memastikan Indonesia memiliki program pembangunan dan investasi pertahanan jangka panjang hingga tahun 2045 yang akan meningkatkan ketahanan strategis Indonesia,” ujar Andi.
Sementara untuk pertahanan siber, kata Andi, pemerintah sedang mempersiapkan konsep baru yang disebut Multi Domain Operations, yaitu militer yang bisa melakukan operasi lintas ruang, baik darat, laut, udara, maupun siber.
“Sedang dikaji untuk mengoperasionalkan MDO,” tandas Andi.











