“Karena itulah selama masalah pandemi masih menjadi hantu bagi perekonomian Indonesia, berapapun stimulus yang dikeluarkan apakah Rp 695 triliun, harus diselesaikan,” katanya.
Ia meminta pemerintah fokus menyelesaikan target vaksinasi karena penanganan pandemi ini ibarat sebagai lubang bocor, kalau tidak ditambal, berapapun air yang dimasukkan akan habis.
“Istilah jangan memberi makan anjing dengan cara memotong kakinya dengan memajaki dalam kondisi sulit,” katanya.
Sutrisno menyitir dalam teori ekonomi yang sederhana saat krisis seperti ini yang diperlukan adalah negara melakukan ekspansi anggaran, jangan kontraksi.
“Sesuaikan variasinya degan kondisi di lapangan,”kata Sutrisno Iwantono.











