Ini Penjelasan Ilmuwan, Covid-19 Diprediksi Jadi Endemik

Ini Penjelasan Ilmuwan Covid-19 Diprediksi Jadi Endemik
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). Restoran Amigos disebut sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi warga Jepang dan warga Indonesia yang positif Covid-19 pada 14 Februari 2020. Pemilik restoran menghentikan sementara operasional restoran untuk melakukan pembersihkan lokasi dan memeriksa kesehatan para karyawan untuk memastikan tidak ada penularan virus korona baru. (Foto: KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

 

Jika efektivitas vaksin yang dipakai kurang dari 90 persen dalam mencegah penularan virus, atau jika ada varian virus baru, persentase cakupan vaksinasi harus lebih besar lagi.

Hasil studi preprint atau pracetak dari penelitian laboratorium menunjukkan bahwa antibodi penawar dalam darah orang yang telah terjangkit Covid-19 kurang mampu mengenali varian virus yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan (disebut 501Y.V2) dibandingkan varian yang beredar lebih awal dalam pandemi.

Baca juga  BKPM Ungkap Pengusul Izin Investasi Miras di Perpres Jokowi

Lebih dari 70 persen peneliti yang disurvei oleh Nature percaya bahwa kemampuan untuk beradaptasi dan menghindari pertahanan kekebalan akan mendorong sirkulasi SARS-CoV-2 yang berkelanjutan.

Akibatnya, vaksin yang diperbarui mungkin perlu dikembangkan dan diberikan, mungkin setiap tahun seperti vaksin flu.

Dampak SARS-CoV-2 di masa depan juga akan bergantung pada seberapa baik virus itu berkembang dalam populasi hewan liar.

Beberapa penyakit yang telah dikendalikan, termasuk demam kuning, Ebola, dan virus chikungunya, bertahan karena penampungan hewan.

SARS-CoV-2 mungkin berasal dari kelelawar dan dapat dengan mudah menginfeksi banyak hewan, termasuk kucing, kelinci, dan hamster, dan sangat menular di cerpelai.

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme

Pos terkait