Ini Penjelasan Ilmuwan, Covid-19 Diprediksi Jadi Endemik

Ini Penjelasan Ilmuwan Covid-19 Diprediksi Jadi Endemik
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). Restoran Amigos disebut sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi warga Jepang dan warga Indonesia yang positif Covid-19 pada 14 Februari 2020. Pemilik restoran menghentikan sementara operasional restoran untuk melakukan pembersihkan lokasi dan memeriksa kesehatan para karyawan untuk memastikan tidak ada penularan virus korona baru. (Foto: KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

 

Pada fase endemik, jumlah infeksi menjadi relatif konstan selama bertahun-tahun, dengan kambuh sesekali.

Antibodi dan infeksi ulang

“Seiring waktu, Covid-19 bisa menjadi penyakit yang pertama kali ditemukan pada anak usia dini, dengan menyebabkan infeksi ringan atau tidak sama sekali (menimbulkan gejala),” kata Jennie Lavine, seorang peneliti penyakit menular di Emory University di Atlanta, AS, mengatakan kepada Nature.

Meski pertahanan itu akan berkurang dengan cepat dan tidak cukup untuk memblokir infeksi ulang sepenuhnya, itu bisa cukup untuk melindungi orang dewasa yang mengalami gejala parah.

Baca juga  Ingat besok PPKM Jawa dan Bali jilid II, begini aturan pembatasannya

Para ilmuwan menganggap skenario ini mungkin karena cocok dengan empat virus corona endemik yang ada — OC43, 229E, NL63, dan HKU1 — tetapi belum diketahui secara pasti.

Sebuah penelitian besar telah menunjukkan bahwa tingkat antibodi penetral mulai menurun setelah sekitar 6-8 bulan setelah terinfeksi SARS-CoV-2.

Jika infeksi baru muncul, sel B memori dapat memproduksi antibodi dan sel T yang dapat menghilangkan sel yang terinfeksi virus, tetapi belum dipastikan apakah memori kekebalan ini dapat memblokir infeksi ulang virus.

“Butuh waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk mencapai keadaan di mana cukup banyak populasi memiliki kekebalan yang cukup,” imbuh Lavine.

“Membiarkan virus menyebar tanpa terkendali akan menjadi cara tercepat untuk mencapai titik itu, tetapi itu akan mengakibatkan jutaan kematian, jadi jalur yang paling cocok adalah melalui vaksinasi,” katanya.

 

Hasil pemodelan soal Covid-19

Sebuah model yang dikembangkan oleh Alexandra Hogan di Imperial College London dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa jika ingin mencapai herd immunity, setidaknya 55 persen populasi di suatu wilayah harus mendapat vaksin yang punya efektivitas 90 persen. Namun, itu tetap harus menerapkan protokol menjaga jarak, memakai masker, dan banyak orang bekerja dari rumah.

Sementara, jika ingin protokol jaga jarak ditiadakan, vaksin yang sama harus mencakup 67 persen populasi.

 

jasa website rumah theme

Pos terkait