“Rencana yang sedang dipertimbangkan pemerintah akan memastikan bahwa kami dapat menangani biaya dan manfaat, karena kami memahami ada dampaknya, bahwa ini bukan jalan yang hanya di mana Anda akan menemukan peluang,” paparnya.
Morrison akan mengumumkan rencana pemerintahnya sebelum pemilihan berikutnya, yang dijadwalkan pada Mei.
Australia belum beranjak dari janjinya pada tahun 2015 di konferensi iklim Paris untuk mengurangi emisi sebesar 26% menjadi 28% di bawah tingkat 2005 pada tahun 2030, meskipun banyak negara mengadopsi target yang jauh lebih ambisius.
Morrison tidak mungkin membujuk rekan-rekannya untuk menyetujui target 2030 yang baru sebelum dia pergi ke Glasgow.
Pengurangan emisi adalah masalah politik yang pelik di Australia, yang merupakan salah satu pengekspor batu bara dan gas alam cair terbesar di dunia. Negara ini juga merupakan salah satu penghasil gas rumah kaca per kapita terburuk di dunia karena ketergantungannya yang besar pada pembangkit listrik batu bara.
Kurangnya ambisi pemerintah konservatif terhadap perubahan iklim dianggap sebagai alasan di balik pemilihan kembali pemerintah yang mengejutkan pada tahun 2019 dan dukungan pemilih yang kuat di negara bagian Queensland yang kaya batu bara.
Morrison berpendapat bahwa janji oposisi Partai Buruh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca Australia sebesar 45% pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada tahun 2050 akan menghancurkan perekonomian.











