Batam, Metrosidik.co.id – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, membawa pesan strategis mengenai kesiapan Batam dalam membangun ekosistem pusat data yang terintegrasi saat menghadiri **Tech Week Singapore 2026** di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (30/9/2026).
Kehadiran Li Claudia dalam ajang teknologi berskala Asia tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan Indonesia, khususnya dalam pengembangan industri data centre dan ekosistem digital.
Menurut Li Claudia, pengembangan industri pusat data di Batam tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas data centre. Infrastruktur pendukung dan kepastian investasi juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan secara terintegrasi.
> “Pengembangan Batam hari ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan data centre, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang dapat mendukung industri tersebut dalam jangka panjang. Saat ini, komitmen kami adalah bagaimana proses investasi harus memberikan kepastian. Semua ini tentu harus disiapkan secara bertahap dan terintegrasi,” tegas Li Claudia.
Ia menilai, penguatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan industri digital dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Karena itu, BP Batam terus mendorong kesiapan berbagai sarana pendukung yang dibutuhkan untuk pengembangan ekosistem digital di Batam. Upaya tersebut diarahkan agar pertumbuhan industri data centre dapat berjalan seiring dengan kebutuhan transformasi digital dan perkembangan investasi.
### Pelajari Konsep Data Centre untuk AI
Di sela kegiatan Tech Week Singapore 2026, Li Claudia juga mengapresiasi penyelenggaraan ajang tersebut yang menghadirkan berbagai perkembangan teknologi, termasuk mengenai pusat data dan kebutuhan industri digital masa depan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi BP Batam untuk memperluas pemahaman mengenai konsep **Data Centre for AI**, sekaligus mempelajari kesiapan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pengetahuan dan perkembangan teknologi tersebut dinilai penting untuk menjadi bahan dalam memperkuat pengelolaan serta layanan transformasi digital di Batam.
Li Claudia berharap pengembangan ekosistem digital tidak hanya memberikan dampak terhadap pertumbuhan investasi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa pelaksanaannya pun harus saling memberi manfaat terhadap ekonomi daerah,” pesannya.
Dengan pendekatan tersebut, Batam tidak hanya diarahkan menjadi lokasi pembangunan data centre, tetapi juga membangun ekosistem digital yang memiliki kesiapan infrastruktur, kepastian investasi, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kehadiran BP Batam dalam forum teknologi di Singapura sekaligus memperkuat pesan bahwa pengembangan industri digital Batam dipersiapkan melalui pendekatan yang bertahap dan terintegrasi, sejalan dengan kebutuhan teknologi yang terus berkembang.









