Menurutnya, aksi para nelayan tersebut sangat membantu tugas petugas gabungan untuk menyisir keberadaan kontainer yang berserakan di perairan sekitar lokasi kejadian.
“Kontribusi nelayan sangat membantu sekali selama evakuasi, mereka dengan suka rela membantu dan mengikuti arahan kita dengan baik. Saya tentunya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada NTKK atas aksi luar biasa ini,” kata Joko.
Joko mengatakan, petugas gabungan dan nelayan berhasil mengevakuasi sebanyak 25 kontainer dari total 195 kontainer yang ada di kapal tongkang tersebut.
Keseluruhan kontainer yang dibawa dari Terminal Peti Kemas dengan tujuan Singapura itu dievakuasi ke empat lokasi di KabupatenKapal tongkang dengan muatan ratusan kontainer yang tersisa juga ikut dievakuasi ke Kabupaten Karimun untuk dikandaskan.
“Sebanyak 25 unit kontainer yang sebelumnya berserakan di laut ini dievakuasi ke 4 lokasi, rinciannya 16 unit di Pantai Teluk Setimbul, 3 unit di Pantai Pasir Panjang, 1 unit di Pulau Asam Besar dan 5 unit di Pulau Karimun Anak,” terang Joko.
Lebih lanjut, Joko mengimbau agar operator kapal dan nelayan di wilayah yang dekat dengan lokasi karamnya kapal tongkang itu untuk berhati-hati
“Saya mengimbau kapal dan nelayan untuk waspada dan melapor jika melihat adanya kontainer yang hanyut, supaya bisa dievakuasi demi kelancaran pelayaran,” ucap Joko.
Marcopolo 188 bermuatan kontainer atau peti kemas yang ditarik oleh kapal tugboat Mega Daya 43 karam di Perairan Pulau Takong Hiu, Kabupaten Karimun, Kepri, Kamis (26/5/2022) dini hari.
Diberitakan sebelumnya, kapal tongkangCuaca buruk diduga menjadi penyebab kapal tongkang nyaris tenggelam dengan kemiringan 60 derajat.
Nakhoda beserta sembilan orang kru kapal tugboat berhasil selamat dari insiden nahas tersebut.