Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Langkah Pemerintah Bentuk Komponen Cadangan

Rencana Komponen Cadangan (KomCad)
Ilustrasi komponen cadangan TNI (Foto: Kompas.com)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID –– Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari Imparsial, ELSAM, LBH Pers, SETARA Institute, HRWG, KontraS, PBHI, IDeKA Indonesia, dan Centra Inisiative mengkritik pemerintah terkait pembentukan Komponen Cadangan (komcad).

Mereka memandang pembentukan komcad merupakan langkah yang terburu-buru.

Selain itu, menurut mereka kerangka pengaturannya di dalam Undang-Undang PSDN juga memiliki beberapa permasalahan yang cukup fundamental karena dinilai mengancam hak-hak konstitusional warga negara dan mengganggu kehidupan demokrasi.

Direktur Imparsial Gufron Mabruri menilai jika rencana tersebut tetap dipaksakan, keberadaan komponen cadangan bukannya akan memperkuat pertahanan negara, namun justru memunculkan masalah-masalah baru.

“Dalam konteks ini, pemerintah semestinya mencermati secara serius berbagai kritik dan penolakan publik terkait rencana pembentukan Komponen Cadangan Pertahanan Negara,” kata Gufron ketika dikonfirmasi pada Senin (25/1/2021).

Gufron menilai pembentukan komponen tersebut hendaknya dijalankan dengan mempertimbangkan skala prioritas agenda reformasi sektor keamanan terutama pembangunan TNI yang masih menyisakan pekerjaan rumah (PR).

PR tersebut, kata Gufron, di antaranya modernisasi alutsista yang tertatih-tatih karena anggaran yang terbatas, minimnya kesejahteraan prajurit dan beberapa agenda reformasi TNI yang belum tuntas.

“Pemerintah seharusnya fokus pada pembangunan TNI, bukan mengeluarkan anggaran untuk pembentukan Komponen Cadangan yang urgensinya masih dipertanyakan,” kata Gufron.

Gufron mengatakan pihaknya juga menilai kerangka pengaturan Komponen Cadangan dalam UU PSDN juga memiliki banyak permasalahan serius.

 

jasa website rumah theme
Baca juga  Komandan Pasukan KKB Lesmin Waker Tewas Ditembak di Wuloni Papua

Pos terkait