JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni optimistis kehadiran Novel Baswedan dan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya akan memperkuat Polri. Sahroni mengingatkan KPK dan Polri harus bisa bersinergi dalam memberantas korupsi, dan bukan saling membandingkan.
“Saya yakin kehadiran para mantan penyidik KPK akan sangat membantu memperkuat Polri dalam memberantas korupsi. Karenanya dalam hal ini, KPK dan Polri harus terus bersinergi. Tidak ada cerita saing-saingan, karena DPR dan publik juga tidak mau membanding-bandingkan siapa yang lebih hebat. Masyarakat mau melihat hasil keseluruhannya, hasil nyatanya, yaitu Indonesia bebas korupsi,” ujar Sahroni, dalam keterangannya, Senin (13/12/2021).
Sahroni mengatakan sebagai lembaga penegak hukum, tentu KPK dan Polri sama-sama memiliki tenaga dan sumber daya manusia yang baik untuk bekerja sama memberantas korupsi sampai ke akarnya.
“Polri dan KPK sama-sama punya SDM yang hebat. Nah, karenanya saya minta kepada pimpinan dua lembaga ini untuk berkoordinasi secara detail, mengenai porsi dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai ‘overkill’, tetapi harus berkolaborasi,” ucap Sahroni.
Terakhir, Sahroni juga meminta agar para ASN di Polri sekarang fokus dalam bekerja memberantas korupsi dan mengesampingkan isu yang ada di masa lalu.
“Lalu, pesan saya kepada para mantan pegawai KPK yang sekarang berada di tubuh Polri untuk terus maju ke depan, fokus menekan angka korupsi di Indonesia, dan mengesampingkan drama-drama yang ada di masa lalu. Jangan sampai jalan di tempat,” demikian Sahroni.
Diketahui, setelah resmi menjadi ASN di Polri, Novel menyebut masih memiliki keahlian untuk mengendus kasus-kasus dugaan korupsi yang tak tuntas di KPK. Jika ada penanganan perkara yang tidak diselesaikan dengan benar dan tuntas, Novel mengaku akan segera mengetahuinya.











