METROSIDIK.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya untuk segera memperbaiki data keagamaan dan pendidikan keagamaan secara keseluruhan. Data tersebut akan digunakan sebagai basis mengambil kebijakan dan merumuskan program kerja.
“Saya serius dalam melakukan perbaikan data-data, khususnya program mandatori pada bidang pendidikan maupun keagamaan. Bagi saya, data yang valid akan digunakan sebagai basis seluruh kebijakan,” kata Menag Yaqut saat memimpin rapat bersama para Pejabat Eselon I terkait dengan Implementasi Renstra 2021-2024, di Jakarta, Kamis, (5/8/2021).
Menag mengakui sampai saat ini belum mendapatkan data pendidikan dan keagamaan yang jelas dan memadai. “Kinerja ini saya harap diperbaiki. Agar pelayanan Kemenag semakin lebih baik. Kita harus punya kesadaran yang tinggi terhadap data-data pokok, yang menjadi basis untuk mendesain program berbasis anggaran,” tegas Yaqut.
Menag menyebut, data pendidikan Islam yang ada di Emis, dan menilai hingga saat ini belum cukup baik dan memadai. Begitu juga dengan data rumah ibadah, belum akurat. Termasuk juga data organisasi kemasyarakatan.
“Ini bukan pekerjaan yang sulit, karena kita mempunyai rentang struktur yang panjang. Pemutakhiran data bukan yang sulit, ketika kita punya kemauan. Satu data ini, harus dikejar. Dalam satu bulan ini harus dipersiapkan dengan baik. ASN Kemenag harus memiliki kesadaran yang sama terhadap program prioritas,” kata Menag.
Menag minta para pejabat Eselon I untuk tampil sebagai motivator terhadap jajarannya, sekaligus menjadi mediator. “Mari sama-sama kita memberi motivasi jajarannya untuk keluar dari zona nyaman,” ujarnya.
Rapat ini diikuti pejabat eselon I, serta staf khusus dan tenaga ahli Menteri Agama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.











