KPK: Sudrajad Dimyati Bermain di Beberapa Perkara Perdata

  • Whatsapp
KPK Sudrajad Dimyati Bermain di Beberapa Perkara Perdata
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Foto: net)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki beberapa perkara lain yang ditangani hakim Agung Sudrajad Dimyati karena diduga yang bersangkutan bermain di beberapa perkara lain.

Hakim Agung Sudrajad kini menjadi tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung. Ia disangka menerima suap terkait dengan kasasi pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Dia diduga menerima Rp 800 juta untuk memutus bahwa koperasi tersebut telah bangkrut.

Dalam perkara ini, lima pegawai Mahkamah Agung turut terseret menjadi tersangka. Mereka adalah Elly Tri Pangestu selaku Panitera Pengganti Mahkamah Agung; Desy Yustria selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung; Muhajir Habibie selaku PNS pada Kepaniteraan; dan dua PNS di MA, yakni Nurmanto Akmal dan Albasri.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan ditengarai ada sejumlah perkara lain yang juga ditangani Sudrajad. “Diduga juga ada perkara-perkara lain yang pengurusannya melibatkan orang-orang yang sama. Jadi, masih satu jalur,” kata Alex, Minggu (25/9/2022).

Baca juga  Bank BJB Dorong Gerakan Indonesia Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme

Alex menyampaikan dugaan pengkondisian perkara lainnya oleh Sudrajad ini akan didalami penyidik. “Untuk saat ini itu masih di dalami oleh penyidik, jadi kami belum bisa menyampaikan perkara apa saja perkara lainnya itu,” kata Alex.

KPK juga telah menetapkan 4 orang menjadi tersangka pemberi suap kepada Sudrajad. Mereka adalah dua orang pengacara bernama Yosep Parera dan Eko Suparno; dan dua pengurus koperasi Intidana, yakni Heryanto Tanaka, serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung Zahrul Rabain mengaku pihaknya prihatin sekaligus mengapresiasi KPK yang mengungkap kasus suap pengurusan perkara ini.

Baca juga  ICW Desak Presiden Segera Bersikap soal Penonaktifan 75 Pegawai KPK

Dia mengatakan tindakan KPK tersebut satu visi dengan keinginan MA untuk membersihkan lembaga peradilan. “MA akan kooperatif dengan upaya hukum yang sedang dilakukan oleh komisi antirasuah,” ujar dia.

 

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait