Aneh! TPK Hingga Pemborong Proyek di Desa Batu Gajah Tidak Mengetahui Pagu Anggaran Pekerjaan

  • Whatsapp

Kampar, metrosidik.co.id–Kurangnya transparansi pegelolaan anggaran Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar membuat masyarakat setempat bertanya-tanya. Pasalnya, kegiatan pembangunan Posyandu dan Drainase terkesan tertutup tanpa dilengkapi papan nama yang menjelaskan pagu anggaran dan sumber anggaran.

Hal ini mencuat disaat salah satu warga Desa Batu Gajah berinisial SS yang mewakili puluhan warga angkat bicara memprotes sikap kepala desa kepada awak media.

“Kami selaku masyarakat Desa Batu Gajah tidak pernah dilibatkan, khususnya masalah pembangunan ini. Memang sebetulnya itu bukan ranah kita, tetapi paling tidak kami selaku masyarakat harus tahu. Kemudian yang jelas, kami lihat sekarang ini khususnya papan plang anggaran tidak ada. Wajar kami selaku masyarakat mempertanyakannya, saya rasa itu saja pak, ” jelasnya, Sabtu 16 Nopember 2019.

Menurutnya, selama ini masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam setiap perencanaan pembangunan Desa. “Kalau untuk rapat Musrenbang Desa ada, tapi aparat-aparat desa saja. Untuk masyarakat, sebetulnya macam kami ini paling hanya sekedar untuk mengetahui saja. Minimal kami di undanglah, seperti tokoh masyarakat, disamping masyarakat aparat – aparat desanya,” harap dia.

Ia mengatakan, selaku masyarakat Desa Batu Gajah, khususnya masalah proyek yang ada sekarang ini banyak yang harus dipertanyakan kepada kepala desa. Terlebih biaya proyek yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD). Pembangunan tanpa papan keterangan proyek, menurutnya pemerintah desa telah mengangkangi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang menyebut setiap penggunanan keuangan negara harus dapat diketahui publik dan bukan merupakan informasi yang rahasia.

Selain tidak transparan dalam pengelolaan kuangan desa, sumber ini juga menyayangkan sikap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas di tingkat desa.

Baca juga  Semak Belukar Bersemayam di Gedung BLK Yang Terlupakan

“Masalah ini sudah kita sampaikan juga kepada pihak BPD. Bahkan pihak BPD pun kayak kemarin kita sudah konfirmasi langsung untuk acara yang sekarang ini, beliaupun bersedia untuk datang. Tetapi tadi sudah kita hubungi melalui telepon selulernya ketua BPD berkali-kali, tapi beliau tidak datang,” tukasnya.

SS berharap agar persolan ini segera diusut oleh Pemerintah Kabupaten Kampar maupun instansi terkait. “Tolong diusut sampai tuntas. Sebab kami tidak mau cuma sampai disini saja pak, harapan kami kepada rekan-rekan pers cukup besar. Semoga ini semua bisa berjalan sesuai dengan harapan kami,” harap dia.

Ditempat terpisah, Kadus Langgini Desa Batu Gajah, sekaligus selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) saat dikonfirmasi oleh awak media secara blak–blakan mengaku sama sekali tidak mengetahui pagu anggaran
“Untuk anggaran pembangunan itu saya tidak tau pak. Karena begini, Kades yang mengetahui. Kalau apa nanti bapak datang saja, Kades tanggal 25 Nopember ini pulangnya, langsung saja tanya sama Kades,” terangnya.

“Kalau saya ini tidak mengetahui apa – apa. Masalah APBDes saya tidak tahu menahu. Karena saya bekerja hanya memantau saja, kalau APBDes saya tidak melihat. Sebab seluruhnya itu Kades yang mengetahui, pokoknya saya tidak tahu apa–apa, hanya kades yang tahu,” tutup Kadus Langgini.

Sulitnya mengetahui informasi terkait pengelolaan keuangan di Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar semkin kuat dugaan telah terjadi kongkalikong yang melibatkan oknum aparat desa setempat (red).

Dugaan semakin kuat, ketika pemborong pada beberapa kegiatan proyek desa mengaku tidak mengetahui pagu anggaran yang sedang dikerjakannya. “Kalau anggaranya saya tidak tahu persis pak. Proyek itu saya kerjakan secara borongan pak, kalau masalah harganya itu tidak bisa kita katakanlah berapa harganya. Nanti bapak sendiri saja langsung bertanya sama Kepala Desanya,” ujar Rusli.

Baca juga  Mencekam, Dua Kelompok Warga Abepura Papua Bentrok Terdengar Suara Tembakan

“Karena itu ada borongan, pak Rusli kerjakan. Itulah saya kerjakan. Kata Rusli menirukan kata Kades Batu Gajah tersebut.

Sampai berita ini dimuat, Junaidi selaku Kepala Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar belum dapat dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim melalui telepon selulernya, belum ada jawaban.

Laporan: Irfan

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait