METROSIDIK.CO.ID, JAKARTA — PT Freeport Indonesia memastikan tetap berkomitmen merampungkan proyek smelter pada 2023 sesuai ketentuan saat pemberian Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di 2018 lalu.
Vice President (VP) Coorporate Communications Freeport Indonesia Riza Pratama mengungkapkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri juga telah mendorong akselerasi untuk Proyek Smelter di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).
Riza menambahkan, PTFI bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk menyelesaikannya proyek tepat waktu.
“Kami berupaya menyelesaikan proyek ini sesuai dengan komitmen kami pada saat divestasi yaitu akhir 2023,” jelas Riza kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).
Sebelumnya, Chairman & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson dalam laporan kinerja kuartal II 2021 mengungkapkan pembangunan smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton ini senilai US$ 2,8 miliar diharapkan bisa selesai pada 2024.
“Pembangunan smelter diharapkan akan selesai sesegera mungkin di 2024 yang bergantung pada tidak ada distrupsi lanjutan dari pandemi,” imbuh Richard.
Diketahui, sesuai dengan kewajiban dalam IUPK, Freeport Indonesia perlu merampungkan pembangunan smelter baru pada Desember 2023.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, pihaknya bakal tetap meminta pelaksanaan smelter sesuai waktu yang ditentukan.
“Kita minta untuk akselerasi agar selesai sesuai jadwal,” kata Ridwan, Minggu (25/7/2021).











