Dinas PUPR Anambas: Tidak Ada Metode Pengerukan Terumbu Karang


Anambas, metrosidik.co.id–Kapala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas, Isa Hendra, membantah telah memberikan ijin kepada perusahaan PT. Ganesha Bangun Riau Sarana untuk mengeruk terumbu karang dalam kegiatan pembangunan jembatan Selayang Pandang (SP-II) di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Hal itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan, Kamis, 3/12/20.

Dikatakannya, untuk metode pengerjaan pemancangan tiang pada bagian dangkal masih sedang dibahas pihaknya bersama kontraktor pelaksana. “Saat ini masih dalam pembahasan untuk mencari metode pemancangan tiang pada bagian yang dangkal. Kami tidak tahu jika kontraktor menurunkan excavatornya di laut,” sebut dia.

Ia juga menerangkan, selain mencari metode pengerjaan, pihaknya juga sedang berupaya mengidentifikasi jenis dan jumlah terumbu karang yang bakal terdampak untuk proses pengerjaan pembangunan jembatan yang senilai 72 miliar itu.”Identifikasi terumbu karang yang akan terdampak lalu akan dilakukan konservasi yang nantinya akan melibatkan lembaga yang terkait. Ini masih sedang kita bahas,” jelas dia

Isa juga menegaskan, pengerjaan pemancangan tiang SP-II sama sekali tidak menerapkan metode pengerukan terumbu karang, apalagi menggunakan excavator. “Tidak ada metode pekerjaan pengerukan terumbu karang. Terumbu Karang yang sudah dirusak tanpa koordinasi semalam, itu menjadi tanggung jawab perusahaan,” tegas Isa.

Excavator yang diturunkan pada Rabu, 2/12/20 lalu mendapat perhatian dari berbagai pihak seperti Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Solidaritas Rakyat Anambas (SRA). Mereka mengecam tindakan itu.

*Fitra

jasa website rumah theme
Baca juga  Lelang Paket Umroh di Anambas Peserta Gugur Dokumen Raib

Pos terkait