Natuna, metrosidik.co.id–Dua kapal tangkap bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) milik Koperasi Mutiara Ujung Utara, di Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, dihantam ombak Selatan hingga pecah dan hanyut dibawa ombak.
Ombak Selatan yang terjadi pada enam bulan lalu telah merobek bagian lambung belakang kapal dengan nomor 21.
Marsalin, ketua pengawas koperasi Mutiara Ujung Utara saat dikonfirmasi media ini menerangkan bahwa ada dua kapal milik Koperasi yang terseret pada malam itu.
“Saya berusaha menarik kapal itu, dengan meminjam derek milik PLN. Ada dua kapal yang terseret, satu sudah kita naikan dengan eksavator. Waktu kapal hanyut, kapal kita ikat di pohon. Alhamdulilah kapal sudah sampai ke pantai,” sebutnya Senin, 8/5/20.
Dia menceritakan kronolgi kejadian itu, pada awalnya kapal tersebut, bersandar di pelabuhan di Desa Cemaga Selatan, di malam hari angin kencang ( musim selatan) menyebabkan tali kapal terputus, dan terbawa ombak hingga menghantam bangunan yang ada di pelabuhan hingga bagian belakang kapal pecah.
Untuk kapal yang saat ini masih berada di pantai dan tertimbun pasir, Marsalin mengakui kesulitan untuk menarik ke atas. “Karena kekurangan alat, kita gali secara manual dengan menghitung pasang surutnya air. Gali hari ini besok tertimbun lagi. Akhirnya kami minta bantu TNI, selama 4 jam satu kapal berhasil naik, sekarang tinggal satu lagi. Untuk yang satunya kita sedang berupaya untuk menarik ke atas. Tidak bisa dipaksa, kapal terbuat dari piber dan tertimbun pasir, jika dipaksa bisa tambah parah kerusakannya. Sekitar seminggu lagi akan kita tarik keatas saat ini sedang mencari tali,” tambanya.
Kapal bantuan yang diberikan KKP kepada kelompok nelayan ini sedari awal tidak dapat beroperasi. Marsalin menyebut, sejak awal kapal bantuan itu tidak dapat dioperasikan. Kedua kapal saat diserahkan terdapat kerusakan pada dimano starter.
Ia menargetkan mesin dinamo starter itu bisa didapatkan dari Jakarta “Kita berusaha konfirmasi dari penyedia, saat ini belum ada jawaban, karena harus beli dari sana. Kita mencoba untuk modifikasi, artinya mencari dinamo starter yang sama tetapi ternyata putaran itu berbeda putar kiri dan kanan. Saya juga belum mengetahui dinamo starter itu putar kiri atau kanan,” imbuhnya.
Diketahui, kapal milik koperasi Mutiara Ujung Utara ini menerima bantuan kapal tangkap dengan ukuran 6 gross tonage pada tahun 2019. Bantuan diberikan sekaligus dengan alat tangkap bubu dan selanjutnya akan diserahkan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan setempat.
*Fitra










