Maxim Batam di Tuding Tidak Bayar Pajak Reklame Berjalan

  • Whatsapp
Iklan berjalan Maxim di kota batam yang banyak terpasang di mobil-mobil driver Maxim

Metrosidik.co.id – Transportasi berbasis aplikasi Maxim Batam kini tengah dalam sorotan karena dugaan ketidakpatuhan dalam membayar pajak reklame atau iklan berjalan. Informasi ini terungkap ketika sejumlah tim media melakukan kunjungan ke kantor Maxim Cabang Batam pada Selasa sore (10/10/2023) sekitar pukul 16.00 WIB.

Frans Tito, yang menjabat sebagai Manager Cabang Maxim Batam, mengakui bahwa selama masa operasionalnya, mereka belum membayar pajak yang seharusnya menjadi tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Tito juga menyebut bahwa Dinas Pajak dan Pendapatan Daerah (DISPENDA) pernah mengirimkan surat kepada mereka, namun hingga saat ini, belum ada respons dari Maxim Kota Batam.

“Dispenda pernah menyurati kami namun sekarang belum ada respon dari Maxim Kota Batam,” ucap Tito.

Dengan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 29 Tahun 2021 Pasal 17 tentang Reklame Bukan Bilboard, pajak ini dihitung sebesar Rp. 10.000 per hari per reklame. Jika dihitung dengan jumlah Unit Mobil Driver Maxim, yang mencapai sekitar 300 unit, maka jumlah yang harus dibayarkan mencapai Rp. 1.095.000.000 (Satu Miliar Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) setahun. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa Maxim Kota Batam mungkin tidak mematuhi kewajibannya untuk membayar pajak reklame berjalan yang dipasang di setiap Unit Mitra Mobil Driver Maxim.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) Persatuan Wartawan Media Online Indonesia ( PWMOI) kota Batam, S. Lawolo atau Rezky Law, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Maxim Kota Batam yang terkesan acuh tak acuh terhadap surat yang dikirimkan oleh DISPENDA Kota Batam terkait Retribusi Iklan Berjalan. Retribusi ini merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang penting.

“Seyogyanya Maxim Batam harus punya inisiatif untuk menguruskan izin penayangan iklan berjalan tersebut,” pungkas Rezky.

Baca juga  Selain Entry Point, Sampah di Pantai Padang Melang di Singgung Turis

Rezky Law berharap bahwa Pemerintah Kota Batam dapat mengambil tindakan administratif terhadap Maxim Kota Batam dalam mengatasi masalah ini. Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada dinas terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait