Tongkang Muatan Batu Bara Hantam Pilar Jembatan Mahakam, BBPJN Akan Lapor Polisi

Tongkang Muatan Batu Bara Hantam Pilar Jembatan Mahakam, BBPJN Akan Lapor Polisi
Tangkapan layar rekaman video tongkang tabrak pilar Jembatan Mahakam. (Foto: Merdeka.com)

METROSIDIK.CO.ID — Pilar Jembatan Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (30/8/2021) pagi ditabrak tongkang bermuatan 7.640 metrik ton (MT) batu bara. Peristiwa yang sudah berulang kali terjadi ini dikhawatirkan merusak infrastruktur itu.

Dari video berdurasi 10 detik diperoleh merdeka.com, badan tongkang sampai tersangkut pilar jembatan. Tiga tugboat (TB) berupaya keras menarik tongkang.

Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Tongkang dengan nama lambung “Intan Kelana 13” yang memuat 7.640 MT batu bara digandeng TB JKW Mahakam 2 melintas di Sungai Mahakam dari arah Jembayan, Kutai Kartanegara.

Baca juga  Anggota Polisi Korban Penganiayaan, Brigadir SL Minta Maaf ke Kapolres Nunukan

Mendekati Jembatan Mahakam, tali towing putus sehingga tongkang menabrak pilar jembatan seusai terseret arus sungai yang sedang surut. Pilar jembatan pun dikabarkan rusak.

Kejadian serupa sudah berulang kali terjadi. “Iya benar. Sudah berulang kali itu ditabrak. Ini lagi diidentifikasi oleh tim,” kata Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Kaltim-Kaltara Junaidi, Senin (30/8/2021).

Dia mengatakan, pihaknya berencana melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Alasannya, harus ada sanksi bagi penabrak pilar Jembatan Mahakam. “Nanti kita lapor ke polisi, yang berhak menindak. Apakah nanti tanggung jawab seperti apa, kita lapor dulu. Karena ini kan membahayakan. Harus ada sanksinya. Paling tidak mereka wajib memperbaiki. Wajib harus tanggung jawab karena itu aset negara,” tegas Junaidi.

Baca juga  Demi Pemerataan Pembangunan, Ini Upaya Rudi Untuk Jalan Sungai Beduk

Menurut Junaidi, sanksi bisa mengarah kepada tindak pidana apabila penabrak melakukannya sengaja atau menolak bertanggung jawab.

Pilar ditabrak tongkang kesekian kalinya ini berpotensi mengakibatkan penutupan Jembatan Mahakam. “Tergantung tingkat kerusakan. Kalau berbahaya kan (jembatan) harus ditutup. Nanti kalau sudah ada hasilnya saya kabari,” tutup Junaidi.

 

 

jasa website rumah theme

Pos terkait