Dia menyatakan bahwa ada lebih dari 8.000 desa di Indonesia. Menurutnya, seandainya setiap desa memiliki minimal 1 hektare lahan yang ditanam dengan buah lokal, maka kebutuhan Indonesia akan tercukupi/
Mugiyanto mengaku dalam waktu dekat melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperluas kawasan kebun kelengkeng.
Selain itu, pengembangan kebun lengkeng ini memiliki pohon induk yang sudah disertifikasi sehingga setiap tahun bisa menghasilkan benih kelengkeng mencapai 100.000 benih yang siap tanam dan untuk mendukung program pemerintah.
“Benih sudah tersebar hampir diseluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua sudah ada. Kebetulan di Kalimantan Timur kami juga mendampingi petani di bawah Dinas Provinsi Kalimantan Timur,” terangnya.
Dia menyebutkan peluang usaha budi daya kelengkeng sangat menjanjikan.
Sebab kebutuhan nasional Indonesia berdasar data yang ada mencapai 80 ribu ton hingga 90 ribu ton setiap tahun sebagian didatangkan dari luar.
“Bertani saat ini tidak kotor dan tidak susah apabila mau terus berinovasi,” katanya.
Dia mencontohkan pihaknya saja di sini memiliki petani binaan Kabupaten Magelang yang memang mendukung kebutuhan.
“Di kebun kelengkeng ini menghasilkan 12 sampai 15 ton. Jadi, kekurangan dari permintaan kami ambil dari petani-petani binaan,” ucapnya.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan pengelolaan kebun ini merupakan model pengembangan budi daya lengkeng berbasis kawasan yang memberikan keuntungan baik pada pengelola maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Ini agar menjadi inspirasi bagi para pemuda tani. Saya bangga dan haru kepada Mugiyanto yang baru mengetahui ternyata seorang TNI penyandang disabel dinas di Kodim 0705 Magelang,” terangnya.
Prihasto mengatakan pertumbuhan positif sektor pertanian dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah komoditas hortikultura yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,85 persen. Ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan buah dan sayur selama pandemi Covid-19.
“Komoditas hortikultura juga tumbuh 7,85 persen karena permintaan buah-buahan dan sayuran selama pandemi Covid-19,” tambahnya.
Jawa Tengah merupakan sentra Lengkeng terbesar dengan 167 ribu pohon jenis lengkeng batu, selarong, pingpong, diamond river, itoh, mutiara poncokusumo dan kateki.











