Segelas Kopi dari Roy Huffington, diantaranya Ada Hukum dan Kemanusiaan

  • Whatsapp
Ngopi bareng wartawan bersama Kacabjari Tarempa
Ngopi bareng wartawan bersama Kacabjari Tarempa

Pria yang berperawakan atletis dan berjenggot tipis ini, hadir di tengah-tengah para cendekiawan, ia adalah Roy Huffington, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa yang baru. Meskipun belum genap satu bulan, pria kelahiran 35 tahun silam ini, sebelumnya sudah bertandang ke banyak tokoh. Mulai dari pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM), tokoh agama dan Forkopimda. Tidak ketinggalan, para pewarta di Kabupaten Kepulauan Anambas sempat jadi tamu istimewanya pada Sabtu, 20 Maret pagi itu.

Segelas kopi, dan sarapan pagi di pelantar tua, sejumlah pewarta satu persatu berdatangan. Di pelantar itu tersedia bermacam aneka kuliner khas daerah. Masyarakat menyebutnya pelantar loka, sebuah bangunan yang berada di kawasan pasar Kelurahan Tarempa. Di situlah, awal Kacab muda bercerita pengalaman hidupnya serta dilematis di antara hukum dan kemanusiaan menjadi topik perbincangan yang patut diulas oleh pewarta.

Menurutnya, penegakan hukum tidak dapat lepas dari kemanusiaan, meskipun terkadang menjadi dilema. Ia pernah bercerita ketika ikut dalam perkara tuntutan terhadap terdakwa salah satu kejahatan kriminal berat.

“Kadang bang, kita dilema. Saya dulu pernah ikut dalam tuntutan kejahatan yang dilakukan terdakwa. Terdakwa terpaksa melakukan kejahatan untuk biaya pengobatan anaknya yang menderita penyakit. Kadang kita juga coba memberikan keringanan, dan itupun belum tentu sesuai harapan,” cetusnya.

Pria dengan tiga anak ini tak ingin instansinya dijauhi oleh pejabat maupun masyarakat. Jika bertandang ataupun keluar dari kantornya bukan berarti (mereka- red) orang yang bermasalah dengan hukum. Mengedepankan pendekatan persuasif dan pencegahan jika menemukan laporan atau temuan kasus lebih baik. “Berdiskusi bersama itu lebih baik,” terangnya.

Jaksa berlatar belakang protokoler dan intelijen ini, sangat piawai berkomunikasi dengan awak media. Langkah itu memudahkannya dapat merangkul insan pers di Kabupaten Kepulauan Anambas. Pintu kantornya terbuka pada siapa saja. “Tidak harus berdiskusi serius, bermain domino juga boleh,” celetuknya yang juga hobi bermain domino.

Baca juga  Satgas Pamtas Yonif 642 Bersama Warga Bersihkan Sampah dan Lumpur Pasca Banjir

Tak terasa pagi itu matahari sudah di kepala, hampir empat jam mendengar ceritanya. Mulai saat bertugas di Kabupaten Natuna, hingga perjalanan menuju Kabupaten Kepulauan Anambas. Bukan saja hukum yang jadi atensinya, pria berdarah Batak-Minang ini juga mengangumi adat dan budaya hingga pesona keindahan bumi yang berselogan “Kayuh Serentak, Langkah Sepijak” itu.

Tanpa disadari, kopi di gelaspun sudah tinggal ampas, hanyut bersama cerita sang Kacab muda, apalagi soal hukum dan kemanusiaan yang keluar dari mulutnya, umpama lauk isinya daging semua.

Berbekal pengalaman yang diperoleh dari sang senior di lembaga adhyaksa, ditambah lagi latar belakangnya sebagai Kasubag Protokol membuatnya terlihat begitu piawai dalam berkomunikasi hingga mampu “menyentuh” jari para pemimpin redaksi koran pertama di Anambas Asril Masbah, (Pempred Anambaspos) dan Nasrul Arsyad Pemred media Cyber Nasional (Gurindam. id) untuk mengulas sosok Kacab muda itu.

*Fitra

jasa website rumah theme

Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan cara Mudah....

Pos terkait


MENARIK UNTUK ANDA: