Hamid Tatap Muka Dengan Masyarakat Kecamatan Midai dan Suak Midai

  • Whatsapp

Natuna-METROSIDIK.CO.ID | Bupati Natuna Hamid Rizal dan rombongan,tatap muka dengan masyarakat Kecamatan Suak Midai dan Kecamatan Midai, bertmpat di gedung serba guna kecamatan Midai,Minggu 15 April 2018.

Rasa terima kasih kepada Pemda Natuna di ucapkan Camat Midai, Tri Didik Sisworo, karena Kapal Bukit Raya telah sandar di pelabuhan Midai. Namun demikian masih ada kekurangan, yakni tangga untuk turun dari kapal, agar segera dibuat, sehingga akses turun dan naik kekapal bisa cepat dilakukan.

Bupati Natuna dalam sambutannya,
memperkenalkan OPD, yang dibawa. Mulai dari Sekda Natuna Wan Siswandi, Kadis Perhubungan Iskandar DJ, Kadis BP3D Mustofa.Kadis Parawisata, Erson Gempa.Kadis Kominfo Raja Darmika. Kadis Kesehatan Rizal Rinaldy. Kadis Ketahanan Pangan Bu Sri. Kadis Perkim, Hendra Kasubag. Kadis PU, Tasrif. Kabag Humas Budi Darma. Kabag Kesra, Syarifuddin dan Kabit Kesehatan.

Hamid juga menyampaikan jadwal bupati yang padat. “Lusa saya ada rapat dibatam, sorenya rapat di Jakarta, habis dari Jakarta terus ke Sulawesi , untuk mengambil bantuan kapal dari kementerian.Kemudian menghadiri rapat di Jogya” . Jelasnya.

Sebenarnya, kalau dapat saya milih pengen keliling pulau Natuna, tapi kegiatan diluar daerah tidak bisa Saya tinggalkan.

Pesan Hamid kepada Sabandar, agar kebutuhan tangga untuk naik turun kapal dan rambu-dambu laut, diminta segera dibantu, jangan tanggung tanggung .

“Kapal Bukit Raya bisa sandar di pelabuhan Midai,tak terlepas dari upaya mantan Kadis Perhubungan, Wan Siswandi ” ucap Hamid.

Dulu waktu saya jadi Bupati orang tua saya minta agar kapal Bukit Raya bisa Sandar .
Namun hari ini Janji itu bisa saya tunaikan.

Kalau dulu resiko naik kapal bukit raya sangat besar, karena berlabuh di tengah laut. Salah loncat bisa jatuh Kelaut. “sekarang masyarakat Midai dah enak dah,kapal Bukit Raya dah sandar ke Pelabuhan”. Ucapnya.

Baca juga  Tanpa Syarat, Maliki Hibahkan Tanahnya Untuk Puskesmas Palmatak

Terkait penangkapan anggaran sebesar 200 milyar, di akui bupati, “karena kepentingan nasional”.

Foto Temu Ramah Bupati Hamid Rizal Bersama Masyarakat Kecamatan Midai

Untuk pendidikan tingkat SLTA, pemerintah daerah tidak bisa membantu lagi, karena kewenangannya sudah diambil provinsi.”Untuk SLTA Sederajat jadi dilema bagi pemerintah,kita bantu, kita bisa di tangkap, karena sudah salah prosedur.Sudah jadi ranah Provinsi “jelas Hamid.

Selain itu Bupati Natuna menyinggung terkait DBH  ,” kewenangan DBH,sudah dikuasai oleh Gubernur. 1,8 Trilyunan dana DBH, wewenang bagi adalah provinsi. Bayangkan saja 1,8 T dana DBH dari laut Natuna, kita hanya dapat 6 milyar. Adil ngak?. Makanya saya ambisi Melakukan pemekaran Jadi Provinsi. Agar dana itu Daerah yang kelola”.

Kenapa harus mekar? ,untuk membantu anak anak daerah bekerja. Kalau jadi provinsi sekitar 2000 orang anak daerah punya peluang jadi PNS, belum lagi yang mau jadi DPRD.Yang paling penting duit yang 1’8 trillyun itu utuh Sama kita.

“Kemarin saat Musrenbang Provinsi, semua anggaran Kabupaten ditampilkan, namun Kabupaten Karimun tidak. Kenapa?, Karena mereka ada penambahan anggaran, sementara Daerah lain dipangkas. Ketidak adilan inilah yang buat saya bersama Bupati Anambas.,ingin menjadikan kedua Daerah ini Jadi Provinsi.

Saya ingin Pulau tujuh ini, lebih hebat dari Batam.Apalagi kalau terusan kera itu jadi, kewenangan ada di tangan Gubernur. Makanya saya ingin Natuna Anambas jadi Provinsi.

Laporan : mon.

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait