Baru diBangun, Kantor BPN Anambas Dindingya Retak-Retak

  • Whatsapp

Dokumentasi Metrosidik Gedung Kantor BPN Retak

ANAMBAS-METROSIDIK.CO.ID|Gedung kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) diBatu Tambun Kabupaten Kepulauan Anambas yang sudah selesai masa pembangunannya saat ini menjadi perhatian publik. Pasalnya, gedung yang dibangun dengan uang negara tersebut terkesan asal jadi dalam pengerjaannya.

Hasil pantauan Metrosidik terlihat beberapa bagian konstruksi seperti dinding terdapat cukup banyak retakkan yang sudah dipalster dan juga terlihat beberapa pelapon dibagian dalam sudah ada yang jatuh.

Proyek yang dibangun yang menghabiskan uang negara sekitar 2,6 milliar itu terkesan asal-asalan pembangunanya. Kabarnya bangunan yang sudah jadi tersebut dikabarkan mengalami penurunan dibagian konstruksi pondasi hal ini disampaikan salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

” setahu saya lahan bangunan kantor BPN itu lahannya lahan timbunan dulunya itu jurang. Barangkali timbunannya kurang padat” jelas sumber.

Hal itu dibantah Subandi selaku Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus kepala kantor BPN Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Pondasi setelah dicek Dinas PU selaku pendamping Tim Teknis tidak ada yang turun, karena cakar ayam telah memenuhi syarat teknis”. Jelasnya melalui pesan singkat Sabtu,18/8/18.

Selain itu, keretakkan pada dinding dirinya menjelaskan.”Pekerjaan dinding, setelah dikonfirmasi ke pabrik Batako, oleh konsultan pengawas, Batako belum kering matang sehingga ketika mengalami
penyusutan terjadi pergerakan maka potensi retak” tambahnya

Anggaran perbaikan terkait gagal konstruksi tersebut dikatannya masih dalam tanggung jawab kontraktor.

“Semua pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab kontraktor, Karena ada jaminan pemeliharaan, kami 1 rupiah pun tidak mengeluarkan biaya” tutupnya.

Hal senada dikatan Direktur CV.Kenen Konsultan Niko Rahmadani sebagai kontraktor pengawas kepada Metrosidk.

Menurut Niko, keretakan pada bagian dinding bangunan tersebut berasal dari Batako yang belum cukup kering.

Baca juga  Pemkab Anambas MOU Bersama PT. SSU

Namun lain dikatakan Niko, masa pemeliharan bangunan kantor Badan Pertanahan Nasional itu sudah habis.

” masa pemeliharan sudah habis bg, kemarin pencairan baru 40 persen karena ada tunda bayar sehingga sisa anggaran tersebut masih ada untuk pembiayaan perbaikan gedung dan masih dalam tanggu mereka” jelasnya saat dihubungi Metrosidik melalui telpon seluler, Sabtu,18/8/18.

PT.Artha Buana Perkasa sebagai perusahaan yang memenangkan tender pembangunan Kantor Badan Pertanahan Nasional dikabupaten kepulauan Anambas itu berhasil mengalahkan saingannya yakni PT.Anugerah Satya Mandiri dengan nilai HPS Rp, 2.739.951.102,56 dengan harga penawaran Rp, 2.685.101.999,80.

Sampai berita ini diterbitkan pihak PT.Artha Buana Perkasa belum terkonfirmasi.

*Fitra

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait