Pahami Fundamental Pasar Modal, Jangan Mudah Terpengaruh Pom-pom Saham

Pahami Fundamental Pasar Modal, Jangan Mudah Terpengaruh Pom-pom Saham
Karyawan melihat monitor perdanganan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2018 sekaligus Mentor Investa Hamdi Hassyarbaini berharap penambahan investor sejalan dengan pembekalan atas informasi yang cukup mengenai pasar modal. Pasalnya, kini tengah marak aksi pump and dump (goreng saham).

“Banyak di antara investor pemula ini yang yang ingin cepat kaya dan mereka tanpa dibekali dengan pemahaman yang cukup langsung masuk ke pasar modal. Apalagi dengan adanya yang sekarang beredar di sosial media banyak pom-pom yang mempengaruhi mereka, sehingga mereka tanpa sadar ikut terpengaruh,” katanya dalam acara Zooming With Primus dengan tema “Fenomena Milenial Investasi Saham” yang ditayangkan secara langsung di BeritaSatu TV, Kamis (4/2/2021).

Pom-pomers saham adalah influencer yang memberikan info saham lewat media sosial. Influencer yang bisa merupakan seorang artis, selebgram, Youtuber, atau figur publik biasanya mengaku membeli saham tertentu dan mengajak orang lain juga membeli saham yang sama.

Atas maraknya pom-pom saham, Hamdi pun membagikan prinsip-prinsip dasar investasi atau tepatnya bukan main saham. Pertama, investasi saham adalah investasi jangka panjang. Kedua, dana investasi saham adalah dana yang memang untuk investasi. Ketiga, fundamental perusahaan tetaplah hal yang utama.

“Mau jadi investor yah tetap harus belajar. Belajar dulu pahami dulu saham yang dibeli, fundamentalnya seperti apa, pengurusnya siapa, orang yang punya integritas atau tidak, bisnisnya punya prospek atau tidak, baru masuk,” tegas dia.

Terkait komunitas ritel, Hamdi menilai, ada sisi positifnya di mana komunitas tersebut bisa bersatu untuk melawan bandar. Dia pun berpesan agar investor tidak panik dengan menjual harga saham dengan terlalu murah, sebab ada bandar yang memang sengaja menjatuhkan harga saham karena dia ingin menguasai saham tersebut.

Sementara itu, Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu berpesan, kunci utama dalam memilih saham memang tak lain adalah memperhatikan fundamental saham tersebut di jangka panjang, alias tidak hanya mengikuti gerak saham saja.

“Tipsnya bahwa lebih baik kita salah harga daripada salah saham. Salah saham adalah kita membeli saham yang tidak punya prospek, tapi kalau salah harga tetapi saham itu mempunyai prospek yang bagus, itu harganya akan naik berlipat ganda,” ungkap Primus.

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme