Teknologi Didunia Pendidikan Berbasis Virtual Reality Tinggi di Era Pandemi

Teknologi Didunia Pendidikan Berbasis Virtual Reality Tinggi di Era Pandemi
Teknologi Virtual Reality (Foto: Istimewa)

METROSIDIK.CO.ID — Kebutuhan pendidikan akan teknologi Virtual reality berdasarkan laporan World Economic Forum, mencapai 70% hingga tahun 2025. Virtual reality diklaim mampu meningkatkan pencapaian siswa dalam hal pemahaman materi, peningkatan emosi positif , hingga kemampuan berpikir kritis.

Terlebih lagi di era pandemi covid-19 seperti sekarang ini, banyak peserta didik mengalami kebosanan karena metode belajar daring yang kurang efektif. Dampaknya, banyak peserta didik menginginkan metode belajar baru yang lebih menyenangkan meski harus dilakukan secara daring.

“Salah satu solusi bagi tenaga pendidik dan peserta didik adalah dengan menggunakan teknologi virtual reality sebagai media pembelajaran. Pembuktian ini telah dilakukan di banyak negara dalam bentuk penelitian ilmiah universitas maupun penelitian independen,” kata Managing Director Millealab, Andes Rizky, dalam keterangannya pada Kamis (4/2/2021).

Virtual reality adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Lingkungan tersebut dapat berupa tiruan yang sebenarnya maupun lingkungan imajinatif.

Andes mengatakan, hal inilah yang membuat LenteraEdu menginisiasi program virtual reality ambassador untuk mencetak tenaga pendidik yang dapat menjadi pionir-pionir teknologi imersif dalam dunia pendidikan Indonesia. Dalam program ini, LenteraEdu menggandeng Millealab yang merupakan satu-satunya produk virtual reality berbasis all-in-one platform cloud karya anak bangsa.

Andes meyakini, bahwa teknologi virtual reality dapat menjadi solusi bagi penyesuaian kegiatan belajar mengajar di era pandemi. Sekaligus sebagai gerbang untuk menyatukan teknologi yang bersahabat bagi tenaga dan peserta didik secara bersamaan.

Millealab telah memberikan warna tersendiri dengan memberikan program pelatihan pembuatan virtual reality dan program kompetisi 1.000 guru dan 100 sekolah pionir VR di 34 provinsi sejak 2019. Program ini didukung oleh Ikatan Guru Indonesia DKI Jakarta, SEAMOLEC, dan Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami (Millealab) sebelumnya telah melakukan uji coba di 10 provinsi dengan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang direkomendasikan jaringan Ikatan Guru Indonesia,” urai dia.

“Uji coba yang melibatkan 1.800 peserta didik dari jenjang dasar dan menengah ini memberikan hasil yang sangat positif. Dari data uji coba yang dilakukan, penggunaan VR dapat meningkatkan emosi positif siswa hingga 90 %, meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa pada konteks pembelajaran hingga 80%, dan juga mampu meningkatkan nilai rata-rata kelas hingga 53%,” tutup dia.

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme