Sri Mulyani Hasilkan Utang Baru Rp 35 Triliun dari Lelang SUN di Awal Februari 2021

Sri Mulyani Hasilkan Utang Baru Rp 35 Triliun dari Lelang SUN di Awal Februari 2021
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait APBN Kinerja dan Fakta (Kita) Agustus 2019 di Kantor Kemenkeu. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Menteri Keuangan Sri Mulyani berhasil mendapatkan Rp 35 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan hari ini. Adapun total penawaran yang masuk sebesar Rp 83,79 triliun.

Berdasarkan keterangan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Selasa (2/2), ada tujuh seri surat utang negara yang dilelang. Dua di antaranya merupakan seri baru (new issuance).

Untuk seri SPN03210505 (new issuance), jumlah yang dimenangkan sebesar Rp 1 triliun, dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang 2,97111 persen. Seri ini akan jatuh tempo pada 5 Mei 2021.l

Seri SPN12220203 (new issuance) berhasil meraih Rp 2 triliun dengan yield tertimbang 3,24000 persen. Jatuh tempo surat utang ini adalah 3 Februari 2022.

Seri FR0086 (reopening) berhasil meraih Rp 12,4 triliun dan yield tertimbang sebesar 5,15676 persen. Seri ini jatuh temponya pada 15 April 2026.

Sri Mulyani Hasilkan Utang Baru Rp 35 Triliun dari Lelang SUN di Awal Februari 2021

 

Untuk FR0087 (reopening) memperoleh Rp 12,45 triliun dengan yield tertimbang 6,12998 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2036. Sedangkan FR0088 (reopening) memperoleh Rp 750 miliar dengan yield tertimbang 6,23825 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2040.

Seri FR0083 (reopening) meraih Rp 4,9 triliun dengan yield tertimbang 6,79966. Seri ini jatuh tempo pada 15 April 2040.

Terakhir, FR0089 (reopening) meraih Rp 1,5 triliun dengan yield tertimbang 6,74474 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 Agustus 2051.

Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) 2021, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2021.

“Pemerintah optimistis kondisi pasar akan tetap kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN,” tulis keterangan tersebut.

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme