Kubu Moeldoko Gugat Demokrat AHY Ganti Rugi Rp100 Miliar

  • Whatsapp
Kubu Moeldoko Gugat Demokrat AHY Ganti Rugi Rp100 Miliar
ILUSTRASI - KLB Demokrat (Foto: Antara/Endi Ahmad).

METROSIDIK.CO.ID, JAKARTA — Juru bicara kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Muhammad Rahmad mengatakan, pihaknya tetap akan mengambil opsi gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terhadap Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kubu Moeldoko tetap menggugat AD/ ART Partai Demokrat meski AHY telah menyatakan akan membuka pintu maaf bagi kader yang ikut dalam KLB.

“Gugatan ke Pengadilan Negeri terkait AD/ART 2020 sudah diajukan minggu lalu,” ujarnya, Selasa (6/4).

Dalam gugatan itu, kata dia, pihaknya meminta pengadilan untuk membatalkan Akta Notaris AD/ART 2020 beserta susunan pengurus DPP Demokrat AHY. Permintaan itu, diklaimnya karena telah melanggar UU baik formil dan materil.

Tak sampai di sana pihaknya juga meminta kubu AHY untuk mengganti rugi Rp100 miliar. Menurutnya, uang tersebut akan diberikan ke seluruh DPD dan DPC se-Indonesia yang selama ini diklaim pihak KLB, telah menyetor ke DPP.

Baca juga  Sikap SBY, Seruan Agar Kader Demokrat Perang Total

“Terkait gugatan terhadap putusan kemenkumham yang menolak hasil KLB deli serdang, sesuai UU PTUN Pasal 55, tersedia waktu 90 hari untuk melayangkan gugatan ke PTUN,” katanya.

Dengan alasan tersebut, pihaknya mengaku akan mencicil prioritas demi keabsahan KLB. “Ke PTUN masih ada waktu. Jangan buru buru,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng menyebut bahwa KSP Moeldoko memiliki tiga pilihan merespon putusan Menkumham Yasonna Laoly. Utamanya, yang telah menolak pengesahan kepengurusan Demokrat versi KLB.

Baca juga  Walah, Mas AHY Ingin Panitia dan Peserta KLB Sumut Dipidana

Andi menuturkan, opsi pertama adalah Moeldoko mengundurkan diri dari Partai Demokrat KLB dan kembali fokus dalam melakukan tugasnya sebagai KSP. Sedangkan pilihan kedua, kata dia, Moeldoko bisa mengambil langkah untuk membuat parpol baru bersama pihaknya di KLB Deli Serdang beberapa waktu lalu.

Opsi terakhir, jelasnya, Moeldoko dan pihak KLB bisa tetap berusaha mengambil alih Partai Demokrat yang sah dengan mengajukan gugatan ke PTUN.

 

 

 

Sumber: 

 

Pos terkait

jasa website rumah theme