Genderang Perang Moeldoko vs AHY di Hambalang

  • Whatsapp
Agus Harimurti Yudhoyono dan Moeldoko. (Foto: B1/Muhammad Reza)
Agus Harimurti Yudhoyono dan Moeldoko. (Foto: B1/Muhammad Reza)

METROSIDIK.CO.ID — Sejumlah Pengurus DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan Ketua Umum Moeldoko menggelar konferensi pers, di Hambalang Sport Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Pemilihan lokasi konferensi pers ini seakan menjadi pertanda ditabuhnya genderang perang secara terbuka terhadap DPP Partai Demokrat versi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal ini mengingat Hambalang menjadi “monumen” korupsi berjamaah sejumlah petinggi partai berlambang mercy saat era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diketahui ayah AHY dan kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Proyek yang berdiri di atas tanah seluas 32 hektare dengan anggaran senilai Rp 2,5 triliun itu disebut monumen lantaran proses pembangunannya tak dilanjutkan sejak terbongkarnya praktik kongkalikong yang menyeret nama mantan Menpora Andi Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga; Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangeng yang merupakan adik Andi Mallarangeng; dan Anas Urbaningrum yang saat itu menjabat Ketua Umum Partai Demokrat.

Kasus ini juga menjerat pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Deddy Kusdinar; Machfud Suroso, Direktur PT Dutasari Citra Laras yang merupakan subkontraktor proyek Hambalang; dan Teuku Bagus Muhammad Noor yang merupakan mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor. Mereka telah divonis bersalah dengan hukuman bervariasi.

Selain mereka, terdapat nama mantan anggota Fraksi Demokrat di DPR sekaligus mantan Wasekjen Partai Demokrat, Angelina Sondakh dan mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin yang terlibat kasus Hambalang, meski dihukum atas kasus korupsi lainnya.

Genderang perang antara kubu KLB dan AHY setidaknya ditabuh oleh salah satu penggagas KLB Partai Demokrat, Max Sopacua. Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu menyatakan digelarnya konferensi pers di Hambalang Sport Center, Bogor, karena proyek inilah yang telah menghancurkan elektabilitas Demokrat.

Baca juga  AHY Bertemu JK Curhat Kekisruhan Partai Demokrat

“Tempat inilah, proyek inilah adalah salah satu bagian yang merontokkan elektabilitas Partai Demokrat ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi,” kata Max dalam konferensi pers, di Hambalang, Citereup, kabupaten Bogor, Kamis (25/3/2021).

Max menuding kasus korupsi proyek Hambalang telah mencoreng Demokrat. Akibatnya, perolehan suara Demokrat mengalami penurunan secara signifikan dalam tiap ajang pemilu.

“Ini adalah bagian integral dari sejarah yang menentukan bagaimana Partai Demokrat itu mulai pelan-pelan turun (elektabilitasnya). Dari mulai 20,4% menjadi 10,2%, dan 7,3%,” kata Max.

 

Pos terkait

jasa website rumah theme