Polisi: Jangan Percaya Terima SMS Menang Undian

  • Whatsapp
Polisi Jangan Percaya Terima SMS Menang Undian
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Polisi meminta masyarakat tidak memercayai apabila menerima short message service (SMS) menang undian. Sebanyak dua pelaku penipuan dan penggelapan bermodus SMS menang undian telah ditangkap.

“Tolong masyarakat, apabila ada modus seperti ini menang undian dan lain-lain, ini itu tidak benar, tolong di-crosscheck (cek ulang), hampir rata-rata tidak benar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

Yusri mengatakan penipuan ini kedok lama. Penipuan inu sama dengan mama minta pulsa, minta dikirimkan uang karena anak anda kecelakaan, dan lainnya.

“Biasaya orang tidak percaya, tapi kenyataannya masih ada korban dan mengikuti petunjuk pelaku hingga mentransfer sejumlah uang,” ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Tindak penipuan ini sukar dicegah. Mati satu tumbuh seribu. Polisi akan terus menggencarkan patroli siber untuk menangkap pelaku-pelaku penipuan itu.

“Kita lakukan patroli siber, apalagi ada virtual police sekarang. Kami tetap koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk men-takedown akun-akun yang berpotensi terdapat pidana,” ungkap Yusri.

Baca juga  Monyet Liar, Polisi Imbau Warga Perumahan Puspiptek Tangsel Bersihkan Sampah

Polisi menangkap dua pelaku penipuan bermodus SMS menang undian, yakni HS dan U. Keduanya memiliki peran berbeda. HS melancarkan aksi penipuannya menggunakan modem yang diisi GSM.

Dia menyiapkan 20 modem. Modem digunakan agar korban tidak bisa menelepon dan mengirimkan SMS balasan.

Korban diarahkan untuk mengklik link yang disiapkan dan berlanjut komunikasi ke WhatsApp. Setelah itu, korban terpengaruh dan mengirimkan uang dari Rp300 ribu hingga jutaan rupiah dengan harapan menang undian.

Sementara itu, U berperan menyiapkan nomor rekening penampung uang haram tersebut. Total polisi menyita 20 rekening dengan nama berbeda. Dia membeli rekening itu ke orang lain.

Tindak pidana penipuan dan penggelapan ini menghasilkan uang yang cukup besar.
Kedua pelaku mengantongi uang haram itu hingga Rp200 juta per bulan.

Kedua pelaku merupakan kelompok penipuan Sulawesi Selatan. Keduanya ditangkap di Pondok Jaya, Tangerang, Sabtu, 20 Februari 2021.

Kedua pelaku telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 378, 372 KUHP, Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang (UU) RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

 

 

Sumber: 

 

Pos terkait

jasa website rumah theme