Pemerintah Diminta Tata Ulang Pengelolaan Produksi Aspal Alam Buton yang Masih Rendah

Pemerintah Diminta Tata Ulang Pengelolaan Produksi Aspal Alam Buton yang Masih Rendah
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalan Jembatan Kolonel Sunandar di jalan jalur Pantura Kudus-Demak, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019).

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID —  Pemerintah diminta untuk menata ulang kembali pengelolaan aspal alam buton di dalam negeri. Penataan ulang itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan produksi aspal alam buton yang masih rendah.

Untuk mengupayakan itu, pemerintah bisa memberikan pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), supaya produksi aspal alam buton menjadi lebih optimal.

Direktur Kajian Strategi Sumber Daya Alam (Cirrus), Budi Santoso menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri dan mengurangi impor aspal minyak, aspal alam buton harus dikelola dengan skala produksi yang besar.

“Caranya, pemerintah harus menata ulang pengelolaan IUP aspal alam buton dengan tidak lagi memberikan IUP-IUP dengan skala produksi yang kecil,” terangnya, Selasa (23/2).

Maka dari itu, Budi menyarankan, supaya pemerintah menggabungkan IUP-IUP yang produksinya kecil dan memberikan pengelolaannya kepada BUMN. Alasannya, BUMN akan lebih mudah mensinergikan antara end user (konstruksi) dengan sistem angkutan (laut dan kereta) dan pelabuhan muat.

Atas sinergi itu harga aspal alam buton yang masih mahal akan lebih ekonomis, karena seluruh sistem sudah tersedia dan memadai.

“Jika memang ada IUP yang habis, dikembalikan saja ke negara kemudian diberikan ke BUMN untuk menjadi IUP yang lebih besar. Karena masih banyak IUP yang tidak dijalankan. Kalaupun dilelang (IUP kecil) tidak ada yang berminat,” ungkap dia.

Seperti yang diketahui, mengacu data Kementerian ESDM hasil koordinasi dengan Dinas Pertambangan (Distamben) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terdapat sebanyak 54 juta ton potensi cadangan aspal alam buton. Dan, terdapat sebanyak 833 juta ton sumber daya aspal alam buton di Indonesia. Saat ini, dari 42 IUP aspal alam buton, hanya enam IUP saja yang produksinya masih aktif.

“Aspal alam buton memiliki keunggulan dibanding dengan aspal cair kilang. Dalam artian, aspal alam memiliki titik leleh lebih tinggi dan ini sangat bagus untuk daerah panas seperti Indonesia,” pungkas dia.

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme