Tri Yulianto Sebut KLB di Partai Demokrat Adalah Sebuah Keniscayaan

Tri Yulianto Sebut KLB di Partai Demokrat Adalah Sebuah Keniscayaan
Politikus senior Partai Demokrat Tri Yulianto. Foto: Dokpri

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Politikus senior Partai Demokrat Tri Yulianto mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) di partai politik termasuk di Partai Demokrat adalah sebuah keniscayaan.

“KLB bagi saya, sah-sah saja dalam dunia partai politik. Karena memang ada sumbatan, atau terjadi kezaliman, ketidakadilan atau terjadi kesewenang-wenangan pasti muncul riak-riak adalah KLB,” kata Tri Yulianto di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Tri, KLB adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Dia menyebutkan Partai Demokrat dibangun sebagai partai terbuka, partai modern, bukan partai dinasti.

“Tetapi, lama-lama kami rasakan makin luar biasa menyimpangnya. Bukan lagi Partai yang betul-betul seperti dicita-citakan pada awal pendirian tetapi menjurus kepada tirani kekeluargaan,” kata Tri.

“Sebagai contoh, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dijabat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Ketua Umum Demokrat Agus HarimMurti Yudhoyono (AHY), Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono sekaligus merangkap Wakil Ketua Banggar DPR. Ini baru pertama kali ini terjadi,” kata Tri lagi.

Lebih lanjut, Demokrat pernah melaksanakan KLB. “Ketika Demokrat melakukan KLB, terpilih Pak SBY selaku Ketua Umum yang saat itu menjabat Presiden. Pak SBY menggantikan Anas Urbaningrum.”

“Bayangkan, Bapak (Susilo Bambang Yudhoyono, red) Ketua Umum Demokrat, anaknya Sekjen (Edhie Baskoro Yudhoyono). Coba tunjukkan partai mana di Indonesia. Sepertinya tidak ada. Coba cek sejarah kepengurusan partai sejak tahun 1955. Ada enggak seperti Partai Demokrat,” tanya Tri.

Berkaitan dengan situasi tersebut, menurut Tri, ada kader menyalurkan aspirasi itu kepada para pendiri dan deklarator Partai Demokrat. “Jadi ini yang kami bisa sampaikan. Jadi KLB ini tidak bisa dihindari, KLB adalah sebuah keniscayaan,” ucap Tri.

Tri menegaskan KLB itu sah. Namun, dia mengingagkan jangan isu KLB dialihkan isu bahwa itu kudeta.

Menurut dia, istilah kudeta itu tidak pas untuk sebuah partai politik karena kudeta hanya bisa dikenal dalam sistem pemerintahan.

“Partai tidak ada kudeta. Kecuali KLB. KLB pun harus memenuhi syarat. Ada alasan yang jelas, salah satunya kesewenang-wenangan. Main pecat-pecat,” kata Tri.

Menurut Tri, seandanya merasa idukung sama DPD dan DPC maka tidak perlu khawatir dengan KLB.

“Oleh karena itu, saya melihat KLB Demokrat suatu keniscayaan, tidak bisa dicegah. KLB itu bukan kudeta,” kata Tri.

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme