Pemindahan Ibu Kota Upaya Geser Struktur Perekonomian Ke Luar Jawa

Pemindahan Ibu Kota Upaya Geser Struktur Perekonomian Ke Luar Jawa
ILUSTRASI. Akses jalan yang terbatas, para menteri berjalan kakai di lokasi ibu kota baru Penajam Paser Utara, Selasa (17/12) Foto: Kontan.co.id

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti membenarkan jika di tahun 2020 kontribusi dari pulau Jawa terhadap perekonomian nasional ialah 58,75%. Oleh karenanya diperlukan upaya khusus untuk menggeser struktur perekonomian agar terjadi pemerataan.

“Salah satu terobosan yang direncanakan untuk dilakukan dan telah dipikirkan oleh Bappenas adalah pembangunan ibu kota negara (IKN). Bahkan ini salah satu upaya terobosan untuk menggeser pertumbuhan ekonomi dari Jawa ke luar Pulau Jawa terutama Kalimantan dan sekitarnya,” jelas Amalia dalam Konferensi Pers Daring Bappenas pada Selasa (9/2).

Kemudian dari simulasi yang dilakukan Bappenas dengan pembangunan perumahan dan perkantoran saja di IKN, akan memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sebesar 2,1% basis poin.

“Jadi misalkan sekarang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, misalnya saja 4% maka dengan adanya pembangunan perumahan dan kantor itu bisa meningkatkan jadi 6,1%,” ujarnya.

Maka, dengan adanya pembangunan tersebut tentu akan menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan. Dengan menciptakan aktivitas ekonomi di IKN maka akan muncul juga sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah sekitarnya.

“Tidak saja Kalimantan Timur yang akan merasakan efeknya tetapi provinsi-provinsi selain di pulau Kalimantan serta provinsi lain di Sulawesi akan merasakan dampak positifnya,” ungkap Amalia.

Amalia melanjutkan, hal tersebut sudah diperhitungkan dan disimulasikan bahwa, pada saat terdapat aktivitas baru di Kalimantan Timur akan memberikan efek ganda terhadap Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan provinsi lain di Kalimantan.

 

jasa website rumah theme